Sempat Lumpuhkan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Gunung Semeru Erupsi 59 Kali
Jum'at, 12 Januari 2024 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Petugas PGA Semeru Mukdas Sofian mengatakan, sepanjang hari Jumat pukul 12.00 - 18.00 WIB, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati.
Catatan kegempaan mengeluarkan 15 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 88-116 detik. Terjadi satu kali hembusan, dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 71 detik, gempa dua kali harmonik dengan amplitudo 4-6 mm, dan lama gempa 53-158 detik.
Baca juga; 5 Kisah Mistis Gunung Semeru, dari Penjaga Ranu Kumbolo hingga Tanjakan Cinta
“Dengan kondisi ini tingkat aktivitas Gunung Semeru di level III siaga," ucap Mukdas Sofian, melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat petang. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, pada sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. "Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.
Dia juga meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Terakhir mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Catatan kegempaan mengeluarkan 15 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 88-116 detik. Terjadi satu kali hembusan, dengan amplitudo 4 mm, dan lama gempa 71 detik, gempa dua kali harmonik dengan amplitudo 4-6 mm, dan lama gempa 53-158 detik.
Baca juga; 5 Kisah Mistis Gunung Semeru, dari Penjaga Ranu Kumbolo hingga Tanjakan Cinta
“Dengan kondisi ini tingkat aktivitas Gunung Semeru di level III siaga," ucap Mukdas Sofian, melalui keterangan tertulisnya, pada Jumat petang. Pihaknya mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, pada sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. "Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," katanya.
Dia juga meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Terakhir mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Lihat Juga :