100 Persen Pelanggan PLN Bekasi Daya 6,6 kVA Sudah AMRisasi
Jum'at, 12 Januari 2024 - 14:57 WIB
loading...
PLN UP3 Bekasi mengawali tahun 2024 berhasil memasang 100 persen kWh meter Automatic Meter Reading (AMR). Foto/PLN
A
A
A
BEKASI - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi mengawali tahun 2024 berhasil memasang 100 persen kWh meter Automatic Meter Reading (AMR) untuk pelanggan 3 Phasa dengan daya di atas 6,6 kVA atau sebanyak 8.261 pelanggan.
Pelanggan dimaksud tersebar pada 6 wilayah kerja dibawah PLN UP3 Bekasi meliputi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Medan Satria, ULP Bekasi Kota, ULP Babelan, ULP Bantar Gebang, ULP Mustikajaya dan ULP Prima Bekasi.
”Jumlah tersebut terdiri dari beberapa kelompok golongan tarif yaitu tarif bisnis, industri, pemerintah, rumah tangga dan sosial. Kelompok golongan tarif bisnis mendominasi sekitar 60% lebih dari total pelanggan di atas 6,6 kVA yang terpasang AMR,” kata Manajer PLN UP3 Bekasi, Redi Zusanto, Jumat 12 Januari 2024.
Baca Juga: PLN UP3 Cikarang Minta Bantuan Hukum ke Kejaksaan Bekasi, Ini Alasannya
Redi menjelaskan, AMR adalah teknologi otomatis pembacaan meter energi listrik menggunakan software tertentu melalui saluran komunikasi PSTN, GSM, PLC dan frekuensi radio secara terpusat dan terintegrasi untuk mendapatkan data beban energi listrik real time.
Pelanggan dimaksud tersebar pada 6 wilayah kerja dibawah PLN UP3 Bekasi meliputi Unit Layanan Pelanggan (ULP) Medan Satria, ULP Bekasi Kota, ULP Babelan, ULP Bantar Gebang, ULP Mustikajaya dan ULP Prima Bekasi.
”Jumlah tersebut terdiri dari beberapa kelompok golongan tarif yaitu tarif bisnis, industri, pemerintah, rumah tangga dan sosial. Kelompok golongan tarif bisnis mendominasi sekitar 60% lebih dari total pelanggan di atas 6,6 kVA yang terpasang AMR,” kata Manajer PLN UP3 Bekasi, Redi Zusanto, Jumat 12 Januari 2024.
Baca Juga: PLN UP3 Cikarang Minta Bantuan Hukum ke Kejaksaan Bekasi, Ini Alasannya
Redi menjelaskan, AMR adalah teknologi otomatis pembacaan meter energi listrik menggunakan software tertentu melalui saluran komunikasi PSTN, GSM, PLC dan frekuensi radio secara terpusat dan terintegrasi untuk mendapatkan data beban energi listrik real time.
Lihat Juga :