Sisir Kampung Dordar, Satreskoba Polres Batubara Datangi 30 KK
Selasa, 11 Agustus 2020 - 04:35 WIB
loading...
Personel Satreskoba Polres Batubara, melakukan penyisiran di Kampung Dordar, untuk menyalurkan bantuan sembako. Foto/iNews TV/Fadly Pelka
A
A
A
BATUBARA - Puluhan personel Satreskoba Polres Batubara , dikerahkan melakukan penyisiran Kampung Dordar, di Kelurahan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara .
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Kedatangan tim pemberantasan narkotika tersebut, dipimpin langsung oleh Kasatreskoba Polres Batubara , AKP Henry Tobing. Tim menyisir sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) di kampung tersebut.
"Ini untuk yang kedua kali kami lakukan. Bukan untuk penangkapan, kehadiran kami untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang menolak dan mengusir para bandar narkoba memasuki wilayah ini. Kampung Dordar ini merupakan kampung binaan kami," kata Henry Tobing, kepada wartawan di sela kegiatan penyaluran bantuan di kampung tersebut.
Dikatakan Tobing, Kampung Dordar merupakan kampung persinggahan masyarakat pedagang yang datang dari berbagai daerah. Hingga kini masih banyak para warga pendatang itu belum berkediaman tetap. Untuk sementara mereka tinggal tepat di belakang pertokoan Kota Lima Puluh.
(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami )
Kedatangan tim pemberantasan narkotika tersebut, dipimpin langsung oleh Kasatreskoba Polres Batubara , AKP Henry Tobing. Tim menyisir sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) di kampung tersebut.
"Ini untuk yang kedua kali kami lakukan. Bukan untuk penangkapan, kehadiran kami untuk menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang menolak dan mengusir para bandar narkoba memasuki wilayah ini. Kampung Dordar ini merupakan kampung binaan kami," kata Henry Tobing, kepada wartawan di sela kegiatan penyaluran bantuan di kampung tersebut.
Dikatakan Tobing, Kampung Dordar merupakan kampung persinggahan masyarakat pedagang yang datang dari berbagai daerah. Hingga kini masih banyak para warga pendatang itu belum berkediaman tetap. Untuk sementara mereka tinggal tepat di belakang pertokoan Kota Lima Puluh.
Lihat Juga :