Wali Kota Surabaya Tiadakan Lomba dan Tasyakuran Kemerdekaan

Selasa, 11 Agustus 2020 - 01:26 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Tiadakan...
Pemkot Surabaya, melarang kegiatan lomba serta tasyakuran dalam perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia. Foto/Ist.
A A A
SURABAYA - Perayaan HUT ke-75 RI tahun ini berbeda dari sebelumnya. Di tengah pandemi COVID-19 Pemkot Surabaya, melarang adanya lomba serta tasyakuran kemerdekaan yang biasanya digelar di tiap-tiap kampung.

(Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Ledakan dan Kebakaran Pabrik Bioetanol )

Melalui Surat Edaran (SE) No. 003.1/7099/436.8.4/2020, Pemkot Surabaya, melarang segala bentuk kegiatan yang bersifat berkerumun. Pemkot Surabaya, tidak ingin warga terpapar COVID-19.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto menuturkan, ada tiga poin yang harus diperhatikan dalam SE tersebut.

Pertama, sesuai perhitungan identifikasi risiko penyebaran COVID-19, pada kegiatan malam tirakatan atau tasyakuran serta lomba-lomba kampung, mendapatkan skor sebagai kegiatan berisiko cukup tinggi dalam penyebaran COVID-19.

"Makanya kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan lomba dan malam tirakatan atau tasyakuran kemerdekaan serta kegiatan lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan dalam rangka peringatan HUT ke-75 RI," kata Irvan, Senin (10/8/2020).

(Baca juga: Sebelum Tewas Otong Sempat Buang Barang Bukti dan Mencoba Kabur )

Ia melanjutkan, SE ini sudah disebarkan ke kecamatan dan kelurahan se-Kota Surabaya. Sehingga pihaknya berharap semua warga bisa menyosialisasikan dan melakukan pengawasan di wilayahnya masing-masing.

Irvan memastikan, sebelum mengeluarkan SE tersebut, pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan para pakar atau para ahli, yaitu Bagong Suyanto, perwakilan dari Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi), dan juga ahli dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair).

Berdasarkan hasil dari koordinasi itu, perhitungan identifikasi risiko menyebut kegiatan lomba dan tasyakuran dinilai cukup berisiko. "Karena tasyakuran untuk malam 17 Agustusan itu, pertama jelas ada berkumpulannya. Kedua yang namanya tasyakuran kemerdekaan itu pasti makan-makan dan otomatis membuka masker," jelasnya.

(Baca juga: 2 Pelaku Perusak 14 ATM Dibekuk Petugas Polda Kalbar )

Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya itu menyebut meskipun kegiatan ini sudah menjadi budaya, akan tetapi dia tidak berhenti mengingatkan agar masyarakat dapat mempertimbangkan kembali ketika menggelar tasyakuran kemerdekaan . Mengingat situasi pandemi saat ini dinilai cukup berisiko.

"Kita kembalikan kepada masyarakat. Kita memahami memang ini budaya dari masyarakat kita semua. Dan saya yakin ini sudah menjadi kultur ya. Saat ini kegiatan cukup beresiko mungkin dapat diganti dengan kegiatan lain," jelasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Kisah Letkol Imam Syafiie...
Kisah Letkol Imam Syafiie Tolak Tawaran Bung Karno Jadi Komandan Cakrabirawa
Prabowo: Kita Tak Akan...
Prabowo: Kita Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Kisah Pertempuran Pasukan...
Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Rapat Internal Bareng...
Rapat Internal Bareng Wali Kota Surakarta, Wamendagri Ingin APBD Lebih Sehat
Anies Nyemplung saat...
Anies Nyemplung saat Lomba Tarik Tambang di Rakit: Harga Perjuangan yang Harus Dibayar
PDIP Tegaskan Dukungan...
PDIP Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina Amanat Konstitusi dan Hukum Internasional
Indonesia Butuh Nakhoda,...
Indonesia Butuh Nakhoda, Bukan Penguasa
Kisah Heroik Try Sutrisno,...
Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved