Heboh Ketua PWNU Jatim Dicopot, KH. Marzuki Mustammar Bilang Gini
Jum'at, 29 Desember 2023 - 16:35 WIB
loading...
Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH. Marzuki Mustammar. Foto/MPI/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - KH. Marzuki Mustammar mengaku menerima pencopotan dirinya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kiai Marzuki sapaan akrabnya pub mengaku telah menerima surat pencopotan dirinya sebagai Ketua PWNU.
”Saya sebagai kader NU ketika surat itu sudah prosedural, tentu harus diterima. Nggak usah geger-geger atau ramai-ramai,” ucap KH. Marzuki Mustammar di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Jumat (29/12/2023).
Dia pun tak mau berandai-andai mengenai penyebab pencopotan dirinya sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Tetapi diakui Kiai Marzuki, seharusnya siapapun bisa mengingatkannya.
Baca Juga: Wakil Ketua PWNU Jatim Kritik PBNU, Ini Penyebabnya
”Tapi kalau misal ada yang salah dari keputusan itu (pencopotan jabatannya), maka siapa pun punya tugas dan kewajiban untuk mengingatkan yang salah. Kami belum bisa berandai-andai karena belum tahu (kabar pencopotan itu benar atau tidak),” jelasnya.
Meski demikian, Marzuki tak mau mencari tahu penyebab dari pencopotan dirinya dari Ketua PWNU Jawa Timur. Ia pribadi ikhlas dan legowo menerima keputusan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).
”Kami nggak pernah noyol-noyol (minta-minta). Kami hanya nerimo ing pandum, menerima dawuh. Suruh kerja, kerja. Suruh berhenti, ya, berhenti. Kami nggak pernah minta-minta,” ungkapnya.
”Saya sebagai kader NU ketika surat itu sudah prosedural, tentu harus diterima. Nggak usah geger-geger atau ramai-ramai,” ucap KH. Marzuki Mustammar di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Jumat (29/12/2023).
Dia pun tak mau berandai-andai mengenai penyebab pencopotan dirinya sebagai Ketua PWNU Jawa Timur. Tetapi diakui Kiai Marzuki, seharusnya siapapun bisa mengingatkannya.
Baca Juga: Wakil Ketua PWNU Jatim Kritik PBNU, Ini Penyebabnya
”Tapi kalau misal ada yang salah dari keputusan itu (pencopotan jabatannya), maka siapa pun punya tugas dan kewajiban untuk mengingatkan yang salah. Kami belum bisa berandai-andai karena belum tahu (kabar pencopotan itu benar atau tidak),” jelasnya.
Meski demikian, Marzuki tak mau mencari tahu penyebab dari pencopotan dirinya dari Ketua PWNU Jawa Timur. Ia pribadi ikhlas dan legowo menerima keputusan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).
”Kami nggak pernah noyol-noyol (minta-minta). Kami hanya nerimo ing pandum, menerima dawuh. Suruh kerja, kerja. Suruh berhenti, ya, berhenti. Kami nggak pernah minta-minta,” ungkapnya.
Lihat Juga :