Siapakah Penerima Pertama Vaksin COVID-19? Dilema Global AS

Senin, 10 Agustus 2020 - 09:06 WIB
loading...
Siapakah Penerima Pertama...
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tampaknya tengah kebingungan menjatah vaksin COVID-19 yang disebut dapat tersedia akhir bulan depan. Foto : SINDOnews/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) tampaknya tengah kebingungan menjatah vaksin COVID-19 yang disebut dapat tersedia akhir bulan depan. Mereka khawatir tiap warganya merasa berhak menjadi orang yang pertama dalam vaksinasi. "Tidak semua orang akan menyukai jawabannya. Akan ada banyak orang yang merasa bahwa mereka seharusnya berada di urutan teratas daftar," ucap Direktur National Institutes of Health, Francis Collins.

Secara tradisional, baris pertama untuk penerima vaksin langka adalah petugas kesehatan dan orang-orang yang paling rentan terhadap infeksi yang ditargetkan. Baca : Indonesia Datangkan Vaksin COVID-19 dari China, Inggris, dan Korsel

Tapi, Collins melemparkan ide-ide baru, seperti pertimbangan geografi dan memberikan prioritas kepada orang-orang di mana wabah paling sulit terjadi. "Kami berhutang pada mereka, beberapa prioritas khusus," kata Collins, seperti dilansir Al Arabiya.

Penelitian besar untuk membuktikan mana dari beberapa vaksin COVID-19 eksperimental yang aman dan efektif. Moderna Inc. dan Pfizer Inc. memulai tes pada akhir Juli, yang akhirnya akan mencakup 30.000 sukarelawan masing-masing.

Dalam beberapa bulan ke depan, panggilan yang sama besar untuk sukarelawan akan keluar untuk menguji vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Novavax, dan beberapa vaksin yang dibuat di China dalam studi tahap akhir yang lebih kecil di negara lain.

Bahkan, jika vaksin dinyatakan aman dan efektif pada akhir tahun, tidak akan ada cukup bagi semua orang yang menginginkannya, terutama karena sebagian besar vaksin potensial memerlukan dua dosis.

Ini adalah dilema global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang bergulat dengan pertanyaan yang sama, siapa yang pertama kali mencoba untuk memastikan vaksin didistribusikan secara adil ke negara-negara miskin, keputusan dibuat lebih sulit ketika negara-negara kaya memojokkan pasar untuk dosis pertama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Bawa Permen Ganja dari...
Bawa Permen Ganja dari Thailand, Pebasket AS Ditangkap Polisi
Amerika Soroti Barang...
Amerika Soroti Barang Bajakan di Mangga Dua, Pramono: Itu Urusan Pemerintah Pusat
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Rekomendasi
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
4 Alasan AS Kecanduan...
4 Alasan AS Kecanduan Berperang yang Bahayakan Keamanan Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved