alexametrics

Anak Zaman Now Diajak Meneladani Ki Bagus Hadikusumo

loading...
Anak Zaman Now Diajak Meneladani Ki Bagus Hadikusumo
Sosialisasi Empat Pilar, Pemutaran Film Toedjoeh Kata Tentang Sejarah UUD 45 dilangsungkan di Gedung Mummadiyah Jalan Gedong Kuning Yogyakarta Jumat (9/2/2018). Foto/KORAN SINDO/Ainun Nadjib
A+ A-
YOGYAKARTA - Ratusan anak muda dari berbagai kampus dan puluhan kader muhammadiyah, diajak menonton film “Toedjoeh Kata” di Aula Gedung Muhammadiyah DIY, Jalan Gedong Kuning, Rejowinangun, Yogyakarta, Jumat malam (9/2/2018).

Film pendek Toedjoeh Kata ini menceritakan peristiwa dibalik pengubahan piagam Jakarta. Film ini menyoroti perubahan tuju kata “Kewajiban menjalan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Film ini menceritakan perjuangan dan pergolakan batin tokoh pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo yang rela menghapuskan tujuh kata tersebut demi persatuan bangsa pada saat permulaan sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.

Acara ini dikemas dalam Sosialisasi Empat Pilar, Pemutaran Film “Toedjoeh Kata” Tentang Sejarah UUD 45. Kegiatan ini juga menghadirkan Afnan Hadikusumo, cucu Ki Bagus Hadikusumo yang saat ini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) dari DIY.  Menurut Afnan, banyak tauldan yang bisa diambil dari film tersebut. “Bahwa Pancasila dan seluruh isinya sebenarnya adalah hadiah atau pengorbanan umat Islam. Karena sebagai mayoritas tapi mau mengalah menghilangkan tujuh kata tersebut,” terang Afnan.

Menurut Afnan film ini juga memberikan ketauladanan tentang toleransi umat beragama, saling menghormati dan saling memberi. Ki Bagus Hadikusumo juga mengajarkan bagaimana memegang prinsip yang teguh. “Ini menjadi tauldan. Kalau menjadi pejabat bagaimana memegang prinsip tidak mudah digoyah hanya karena materi. Sangat berbahaya kalau kita punya wakil rakyat yang tidak bisa memegang prinsip,” terangnya.

Kepada wartawan usai acara Afnan menjelaskan pemutaran film ini sengaja dilakukan untuk menarik audens anak-anak muda. Dengan pemutaran film, harapanya pesan tentang Pancasila, toleransi dan keberagaman lebih mudah bisa dipahami anak muda. “Pesan-pesan tentang Pancasila toleransi dan lain sebagainya bisa disampaikan dengan mudah melalui film seperti ini. Film ini juga memuat banyak keteladanan yang baik bagi generasi sekarang,” terangnya.

Sementara itu Nada Nadia penulis naskah film Toedjoeh Kata menjelaskan pihaknya melakukan berbagai riset sebelum mengarap film ini. Riset dilakukan dengan studi pustaka termasuk mencari sumber ke arsip negara dan melakukan wawancara dengan sejarawan dan keluarga Ki Bagus Hadikusumo. “Film dengan durasi 20 menit ini kami buat selama 2,5 bulan. Film ini sudah di-launcing sejak Mei tahun lalu,” jelasnya.

Pemilihan sosok Ki Bagus Hadikusumo yang menjadi tokoh dalam film pendek ini dilakukan lantaran sosok pahlawan yang memiliki nama kecil Raden Hidayat ini merupakan reprentasi Umat Islam. “Kebesaran hatinya untuk mau menghapuskan tuju kata demi persatuan bangsa juga patut untuk diteladani,” terangnya. 
(pur)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top