Kisah Tribhuwana Tunggadewi, Perempuan Pertama Jadi Raja Majapahit Paling Terkenal

Minggu, 17 Desember 2023 - 06:58 WIB
loading...
Kisah Tribhuwana Tunggadewi,...
Raja Majapahit Tribhuwana Tunggadewi merupakan putri dari pasangan Raden Wijaya dan Gayatri Rajapatni versi AI Nusantara. Foto/AI Nusantara
A A A
Perempuan dalam pemerintahan ternyata sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, bahkan sejak era kerajaan. Di masa Kerajaan Majapahit, ada salah satu raja merupakan perempuan yakni Tribhuwana Tunggadewi.

Raja Tribhuwana Tunggadewi berkuasa di Majapahit setelah Raja Jayanagara tewas oleh tabib istana, akibat pergolakan politik.

Baca juga: Tombak Majapahit Ditemukan di Situs Tribhuana Tunggadewi, Begini Penampakannya

Sosok Tribhuwana Tunggadewi sendiri merupakan anak perempuan pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya. Tribhuwana Tunggadewi yang bergelar maharaja masih dalam bimbingan sang ibunya Gayatri Rajapatni. Hal ini dikisahkan pada Prasasti Genen II yang berangka tahun 1329 Masehi.

Sejak era Tribhuwana Tunggadewi itulah di Kerajaan Majapahit bermunculan tokoh-tokoh dan pejabat dari kaum perempuan, yang memegang peranan penting.

Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa 1042 - 1257 M : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" tulisan Prasetya Ramadhan, yang mengisahkan bagaimana peran Gajah Mada saat pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi.

Selain sebagai raja, Tribhuwana Tunggadewi juga sebagai salah satu Dewan Pertimbangan Agung. Pada prasasti Gajah Mada, anggota dewan ini disebut Bhatara Saptaprabhu, yang terdiri dari tujuh orang, termasuk di antaranya sang raja perempuan pertama Majapahit itu.

Baca juga: 5 Fakta Tribhuana Tunggadewi, Ratu Majapahit Penakluk Nusantara

Tokoh perempuan di Majapahit juga konon banyak disebut sebagai penguasa. Prasasti Waringin Pitu dari 1369 Saka atau 1447 Masehi menyebut kerajaan daerah yang menjadi kekuasaan Kerajaan Majapahit.



Dari 14 kerajaan daerah di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit juga dipimpin oleh para perempuan yakni, Jayawarddhani Jayeswari yang berkuasa di Daha, Dyah Wijayaduhita Wijayendudewi yang berkuasa di Jagaraga, Dyah Wijayakumura Rajasawarddhana menguasai Kahuripan.

Kemudian Dyah Suragharini Manggalawarddhani menguasai Tanjungpura, Pajang yang dikuasai oleh Dyah Sureswari, Dyah Sudharmmini Rajanandaneswari menguasai Kembang Jenar.

Berikutnya daerah Wengker yang dikuasai oleh Dyah Suryyawikrama Girisawarddhana, Kabalan yang dikuasai oleh Dyah Sawitri Mahamisi.

Selanjutnya, Dyah Suraprabhawa Singhawikramawarddhana menguasai Tumapel, Dyah Sripura Rajasawarddhanadewi penguasa Singhapura, Dyah Samarawijaya Wijayaparakrama menguasai Metahun, Dyah Pureswari Rajasawarddhanendudewi menguasai daerah Wirabhumi.

KemudianDyah Wijayakrama Girindrawardhana menguasai Keling, dan Dyah Suyadita Kamalawarnnadewi menguasai Kalinggapura.

Penguasa daerah yang merupakan kerabat dekat raja banyak yang masih berhubungan sebagai saudara sepupu. Di antara mereka ada juga yang terikat perkawinan. Sementara khusus kerajaan daerah Lasem, wilayah ini didominasi oleh penguasa perempuan.

Daerah ini melingkupi bagian utara Kerajaan Majapahit dan sebelah barat negara daerah Matahun, yaitu daerah Lasem sekarang. Bahkan menurut Negarakertagama dan Pararaton semua penguasa Lasem adalah perempuan.

Beberapa di antaranya bergelar Bhre Lasem, Sri Rajasadhitedudewi sebagai Bhre Lasem I, adik perempuan Hayam Wuruk. Kusumawardhani sebagai Bhre Lasem II yang dalam Pararaton dusebur Bhre Lasem sang ayu atau Bhre Lasem yang cantik.

Nagarawarddhani sebagai Bhre Lasem III yang dikenal dengan Bhre Lasem sang alemu atau Bhre Lasem yang gemuk. Selanjutnya yang disebut sebagai Bhre Lasem adalah putri Bhre Wirabhumi, sedangkan Bhre Lasem terakhir adalah putri Bhre Pandan Salas, yang diperistri Bhre Tumapel.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Rekomendasi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved