Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Zona Kuning Berpotensi Jadi Klaster Baru

Minggu, 09 Agustus 2020 - 12:01 WIB
loading...
Pembelajaran Tatap Muka...
Guru mengajar secara virtual di Sekolah SMU Negeri 14 Makassar, Selasa 4 Agustus lalu. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan izin pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di zona hijau, begitupun di zona kuning. Hanya saja, kebijakan itu menuai kritik, yang salah satunya datang dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Baca juga: Pemerintah Membolehkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning

Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah yang berada di daerah zona kuning menurut FSGI, dinilai mengancam anak-anak, guru, orang tua, dan tenaga kependidikan.

Wasekjen FSGI, Satriwan Salim menerangkan, dalam konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikatakan bahwa anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan kesehatan yang prima.

“Ketika sekolah di zona kuning dibuka, sekolah berpotensi menjadi klaster baru. Di zona kuning masih ada penularan COVID-19 ,” ujarnya kepada SINDOnews, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: 163 Daerah Zona Kuning Bisa Sekolah Tatap Muka

FSGI mempertanyakan pertimbangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memilih mengaktifkan sekolah di zona hijau dan kuning. Satriwan mengatakan bisa memahami jika pemerintah dalam posisi dilematis untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang banyak masalah.

Permasalahan dalam PJJ sejak tiga bulan pada semester lalu dan satu bulan di semester ini masih sama, yakni guru dan siswa tidak memiliki gawai, serta tidak ada jaringan internet. Di kabupaten Agam, Sumatera Barat, anak-anak harus membuat gubuk di kaki bukit demi mendapatkan sinyal untuk mengikuti PJJ. Hal serupa terjadi di daerah lain.

Baca juga: KPAI Kritisi SKB 4 Menteri Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning

Satriwan menegaskan seharusnya pangkal masalah PJJ itu diselesaikan oleh pemerintah. Pemerintah seluruh sumber daya yang ada untuk memecahkan itu, misalnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengerahkan Telkomsel untuk membangun jaringan di daerah-daerah.

Dalam situasi seperti ini, perusahaan-perusahaan plat merah seharusnya berorientasi untuk melayani anak negeri. Tidak melulu mementingkan laba.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekolah Jam 5 Pagi,...
Sekolah Jam 5 Pagi, Banyak Siswa di Kupang Datang Terlambat
Surabaya Buka PTM 100...
Surabaya Buka PTM 100 persen, Siswa Wajib Kantongi Izin Orangtua
Tips Mendampingi Tumbuh...
Tips Mendampingi Tumbuh Kembang Anak Selama Pembelajaran Daring
Gegara Orang Tua Siswa...
Gegara Orang Tua Siswa Positif COVID-19, PTM di SMAN 1 Lembang Dihentikan
Pelajar dan Guru Positif...
Pelajar dan Guru Positif Covid-19, Lima Sekolah di Bandung Ditutup 15 Hari
Klaster Sekolah Meluas,...
Klaster Sekolah Meluas, 18 Siswa SMAN 7 Denpasar Positif COVID-19
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Sosiolog Unair Sebut...
Sosiolog Unair Sebut Sekolah Masuk Jam 5 Pagi di NTT Timbulkan Kekerasan Simbolik
Dokter Sarankan Anak...
Dokter Sarankan Anak Belajar di Kelas dengan Jendela Terbuka, Cegah Penularan Covid-19 Selama PTM
Rekomendasi
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved