Kisah Diposono, Pangeran Mataram yang Kerahkan Makhluk Halus Usir Belanda dan Tionghoa
Sabtu, 09 Desember 2023 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi dengan keterbatasannya seperti itu ia memberikan perlawanan kepada Belanda dan kongsi dagang Tionghoa yang berkomplot dengan Belanda. Setelah merekrut bantuan dari berbagai kepala rampok di Kedu dan seorang dukun perempuan.
Pangeran Diposono merencanakan dua pemberontakan yang dilakukan serentak. Satu di selatan Kedu, di sekitar Bendo, sebuah desa perdikan yang diperuntukkan bagi para ulama, dan satu lagi di selatan Yogya, di Gading Temahan dan Lipuro.
Baca Juga: Dukuh Kasagotan, Hadiah Istimewa Gajah Mada dari Kegemilangan Kerajaan Majapahit
Tempat yang terakhir ini merupakan tempat yang sangat penting artinya bagi yang berhak atas tahta Mataram. Rencana Diposono adalah memancing bala tentara Yogya untuk keluar saat memulai pemberontakan di Kedu, dan kemudian menyerbu ke ibu kota kesultanan.
Namun, strategi ini gagal. Dukungan dari pejabat-pejabat pribumi sangat terbatas dan Belanda mampu mengatasi gerakan tanggal 27-28 Januari 1822 itu di Kedu tanpa perlu mendatangkan bala bantuan dari Yogya.
Pangeran Diposono merencanakan dua pemberontakan yang dilakukan serentak. Satu di selatan Kedu, di sekitar Bendo, sebuah desa perdikan yang diperuntukkan bagi para ulama, dan satu lagi di selatan Yogya, di Gading Temahan dan Lipuro.
Baca Juga: Dukuh Kasagotan, Hadiah Istimewa Gajah Mada dari Kegemilangan Kerajaan Majapahit
Tempat yang terakhir ini merupakan tempat yang sangat penting artinya bagi yang berhak atas tahta Mataram. Rencana Diposono adalah memancing bala tentara Yogya untuk keluar saat memulai pemberontakan di Kedu, dan kemudian menyerbu ke ibu kota kesultanan.
Namun, strategi ini gagal. Dukungan dari pejabat-pejabat pribumi sangat terbatas dan Belanda mampu mengatasi gerakan tanggal 27-28 Januari 1822 itu di Kedu tanpa perlu mendatangkan bala bantuan dari Yogya.
Lihat Juga :