Sulap Lahan Timbunan Sampah Jadi Tempat Bercocok Tanam, Begini Caranya
Rabu, 06 Desember 2023 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi memang lahan ini ada karena dikelola oleh masyarakat. Tujuan pembangunan tempat ini agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan bercocok tanam yang hasilnya nanti dapat disalurkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," ucapnya.
Di lahan berukuran 10x30 meter di Tuminting Lingkungan IV tersebut, masyarakat membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabai rawit (rica), cabai merah keriting, tomat, hingga beraneka ragam sayuran diantaranya terong, timun, labu, dan pakcoy. Ada juga sereh, kunyit, kemangi, jahe dan tanaman bibit buah seperti kedondong, jeruk, dan alpukat.
Selain bercocok tanam, masyarakat juga telah membudidayakan ikan lele dan mujair. Khusus untuk lele, warga menempatkannya di wadah yang fleksibel dan ringkas seperti ember.
Max juga melanjutkan bahwa program BRInita di Lingkungan IV Tuminting, Manado sangat bermanfaat karena dapat membantu perekonomian masyarakat secara umum dan secara khusus dapat menjadi wadah bagi warga untuk bercocok tanam.
"Jadi memang dapat membantu perekonomian masyarakat, misalnya yang dulunya masyarakat ke pasar membawa uang Rp5-10 ribu untuk kebutuhan dapur, sekarang nggak perlu mengeluarkan setiap hari karena ada urban farming. Selain mendapatkan makanan sehat tanpa pestisida, Masyarakat juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu belanja," tuturnya.
Di lahan berukuran 10x30 meter di Tuminting Lingkungan IV tersebut, masyarakat membudidayakan tanaman hortikultura, seperti cabai rawit (rica), cabai merah keriting, tomat, hingga beraneka ragam sayuran diantaranya terong, timun, labu, dan pakcoy. Ada juga sereh, kunyit, kemangi, jahe dan tanaman bibit buah seperti kedondong, jeruk, dan alpukat.
Selain bercocok tanam, masyarakat juga telah membudidayakan ikan lele dan mujair. Khusus untuk lele, warga menempatkannya di wadah yang fleksibel dan ringkas seperti ember.
Max juga melanjutkan bahwa program BRInita di Lingkungan IV Tuminting, Manado sangat bermanfaat karena dapat membantu perekonomian masyarakat secara umum dan secara khusus dapat menjadi wadah bagi warga untuk bercocok tanam.
"Jadi memang dapat membantu perekonomian masyarakat, misalnya yang dulunya masyarakat ke pasar membawa uang Rp5-10 ribu untuk kebutuhan dapur, sekarang nggak perlu mengeluarkan setiap hari karena ada urban farming. Selain mendapatkan makanan sehat tanpa pestisida, Masyarakat juga dapat menghemat pengeluaran karena tidak perlu belanja," tuturnya.
(dsa)
Lihat Juga :