Melawan Polisi, 2 Perampok Bersenpi di Riau Ditembak
Kamis, 30 November 2023 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
"Karena melakukan perlawanan dan membahayakan tim, anggota terpaksa melumpuhkan dengan menembak kakinya. Dalam kasus ini Polda Riau juga menyita senjata api revolver yang diduga rakitan milik tersangka," tegasnya.
Dirkrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan mengatakan bahwa aksi perampokan itu terjadi pada Senin 13 November 2023 di Jalan Lintas Garuda Sakti, Km 31, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau.
Saat itu, korban bernama Hartono yang merupakan pekerja sebuah perusahaan sawit tengah menarik uang dari sebuah bank di Bangkinang, Kampar sebesar Rp742 juta. Usai darisana, pelaku yang sudah mengintai korban langsung menyetop motor korban dan melepaskan tembakan tepat di wajah korban. Setelah itu pelaku kabur dengan memakai motor yang dibawannya.
"Peluru mengenai bagian wajah tepatnya di samping hidung korban. Peluru bersarang ke tenggorokan korban dan sampai saat ini masih dirawat intensif," terangnya.
Kombes Asep Darmawan mengatakan WO merupakan pekerja kebun dari perusahaan sawit korban. WO biasanya selalu dilibatkan sebagai pengawal bagian keuangan perusahaan untuk mengambil uang tunai ke Bank dan diantar ke bagian peron perusahaan. Sekali pengawalan dia dibayar Rp 3 juta.
Dirkrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan mengatakan bahwa aksi perampokan itu terjadi pada Senin 13 November 2023 di Jalan Lintas Garuda Sakti, Km 31, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau.
Saat itu, korban bernama Hartono yang merupakan pekerja sebuah perusahaan sawit tengah menarik uang dari sebuah bank di Bangkinang, Kampar sebesar Rp742 juta. Usai darisana, pelaku yang sudah mengintai korban langsung menyetop motor korban dan melepaskan tembakan tepat di wajah korban. Setelah itu pelaku kabur dengan memakai motor yang dibawannya.
"Peluru mengenai bagian wajah tepatnya di samping hidung korban. Peluru bersarang ke tenggorokan korban dan sampai saat ini masih dirawat intensif," terangnya.
Kombes Asep Darmawan mengatakan WO merupakan pekerja kebun dari perusahaan sawit korban. WO biasanya selalu dilibatkan sebagai pengawal bagian keuangan perusahaan untuk mengambil uang tunai ke Bank dan diantar ke bagian peron perusahaan. Sekali pengawalan dia dibayar Rp 3 juta.
Lihat Juga :