Wagub Banten Dukung Ketersediaan Jaringan Listrik di Pulau Tunda
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 14:43 WIB
loading...
Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menyatakan, persoalan akses listrik di Pulau Tunda sudah disampaikan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto/Okezone
A
A
A
BANTEN - Sejumlah wilayah yang tak jauh dari ibu kota Jakarta hingga kini masih ada yang belum teraliri listrik . Pulau Tunda di Kabupaten Serang, Banten adalah salah satunya. Terhadap hal ini. Pemerintah Provonsi Banten menegaskan dukungan terhadap ketersediaan listrik bagi semua warga, termasuk warga di pulau tersebut.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan, persoalan akses listrik di Pulau Tunda sudah disampaikan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten. "Informasi terkait persoalan listrik di Palau Tunda sudah masuk ke Dinas ESDM," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020). (Baca juga: Nenek Buta Huruf Menang Gugatan di PTUN, Air Mata Langsung Meleleh)
Andika mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak terkait, agar Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, teraliri listrik dengan baik. "Jadi nanti kita kordinasikan. Tinggal bagaimana nanti dikordinasikan agar dapat tadi, menuntaskan persoalan yang ada di sana," jelasnya. (Baca juga: Cegah COVID-19, Warga Pasuruan Ramai-ramai Minum Probiotik)
Sebelumnya, Kepala Desa Wargasara, Hasim mengatakan, masyarakat di Pulau Tunda selama ini belum bisa menikmati listrik selama 24 jam penuh seperti yang dialami masyarakat lainnya di Tanah Air. Dalam satu hari satu malam, jika Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berfungsi, maka masyarakat bisa menikmati listrik sekitar 5 jam saja, yakni pada malam hari mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 22.00.
Selanjutnya untuk penerangan lampu dari malam hingga pagi, rumah-rumah warga di
pulau berpenduduk 1000 orang lebih itu bergantung kepada listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pembangkit ini bertenaga 25 Kilovolt amper yang hanya bisa menyediakan arus listrik selama 2 atau 3 jam saja untuk sekitar 300 rumah di Pulau Tunda, termasuk fasilitas umum.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan, persoalan akses listrik di Pulau Tunda sudah disampaikan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten. "Informasi terkait persoalan listrik di Palau Tunda sudah masuk ke Dinas ESDM," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2020). (Baca juga: Nenek Buta Huruf Menang Gugatan di PTUN, Air Mata Langsung Meleleh)
Andika mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak terkait, agar Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, teraliri listrik dengan baik. "Jadi nanti kita kordinasikan. Tinggal bagaimana nanti dikordinasikan agar dapat tadi, menuntaskan persoalan yang ada di sana," jelasnya. (Baca juga: Cegah COVID-19, Warga Pasuruan Ramai-ramai Minum Probiotik)
Sebelumnya, Kepala Desa Wargasara, Hasim mengatakan, masyarakat di Pulau Tunda selama ini belum bisa menikmati listrik selama 24 jam penuh seperti yang dialami masyarakat lainnya di Tanah Air. Dalam satu hari satu malam, jika Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berfungsi, maka masyarakat bisa menikmati listrik sekitar 5 jam saja, yakni pada malam hari mulai pukul 18.00 sampai dengan pukul 22.00.
Selanjutnya untuk penerangan lampu dari malam hingga pagi, rumah-rumah warga di
pulau berpenduduk 1000 orang lebih itu bergantung kepada listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pembangkit ini bertenaga 25 Kilovolt amper yang hanya bisa menyediakan arus listrik selama 2 atau 3 jam saja untuk sekitar 300 rumah di Pulau Tunda, termasuk fasilitas umum.
Lihat Juga :