Kisah Pidato Bung Tomo Menggelegar Bakar Semangat Arek-arek Malang di Stadion Gajayana

Kamis, 16 November 2023 - 10:00 WIB
loading...
Kisah Pidato Bung Tomo...
Potret Digital Bung Tomo karya kreator konten Pasko Boyoh. Foto/Istimewa
A A A
MALANG - Pahlawan pertempuran 10 November 1945 Bung Tomo konon pernah memberikan pidato semangat ke para pejuang Arek Malang di Stadion Gajayana. Momen itu dilakukan Bung Tomo saat mengunjungi Malang.

Bung Tomo berdiri di hadapan ribuan orang arek-arek Malang untuk berorasi membakar semangat juang di Stadion Gajayana. Suara Bung Tomo menggelegar membangkitkan semangat untuk mengusir penjajah.

Pegiat Sejarah Museum Reenactor Ngalam Eko Irawan menyatakan, Bung Tomo beberapa kali pernah berpidato di hadapan arek-arek Malang usai kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Kisah Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Raden Ronggo Jadi Inspirasi Perlawanan ke Belanda

Apalagi sosok Bung Tomo kala itu juga dekat dengan perempuan asal Malang Sulistina, yang membuat beberapa kali kunjungannya ke Malang dimanfaatkan Bung Tomo memompa semangat perjuangan arek-arek Malang melalui orasi-orasinya.

”Pada masa revolusi digunakan Bung Tomo kerap memompa semangat memberikan pidato di Stadion Gajayana ini. Beliau memompa semangat perjuangan para pejuang. Makanya kenapa Bung Tomo itu kan ada rumah di Malang, di Jalan Ijen. Jadi beliau sering jalan dari rumahnya ke Stadion Gajayana untuk memimpin pasukan perjuangan,” ucap Eko Irawan.

Bahkan konon stadion yang kini berada di Jalan Semeru Malang itu menjadi markas militer para pejuang di kota untuk mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: Kisah Karisma Pangeran Diponegoro yang Melelehkan Hati Perempuan Cantik

Perjuangan arek-arek Malang pun akhirnya membuahkan hasil, sehingga Belanda dan sekutunya mengakui kedaulatan Indonesia.

”Di Stadion Gajayana ini pula para tentara Belanda dan sekutu yang dikomandoi oleh Komandan KNIL Jawa Timur Jenderal Mayor JA Scheffelaar di 6 April 1950, menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur,"”ungkap dia.

Usaha perlawanan dari arek - arek Malang ini pun akhirnya membuahkan hasil. Perjuangan tak kenal lelah dengan menjadikan Stadion Gajayana sebagai markas militer para pejuang mempertahankan kemerdekaan berbuah pengakuan kedaulatan Belanda dan tentara sekutu, yang lantas menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur.

Baca Juga: Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Kebal Peluru hingga Mengutuk Pengkhianat

Setelah penyerahan dan pengakuan kekuasaan oleh tentara Belanda ke pemerintah Jawa Timur, seluruh pasukan Belanda dan sekutu akhirnya ditarik secara bertahap.

"Adapun tanggung jawab keamanan semuanya diserahkan kepada Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang beranggotakan TNI," kata pengelola Museum Reenactor ini.

Di Stadion Gajayana ini pula personel TNI terjadi peleburan pasukan Brigade IV Malang sesaat setelah penyerahan kedaulatan wilayah Malang raya kembali ke militer Indonesia.

”Jadi ada andil perjuangan Bung Tomo di Stadion Gajayana ini, bagaimana pidatonya beliau yang begitu heroik bisa menggetarkan para pejuang untuk terus berjuang melawan Belanda, yang bakal datang menjajah lagi meski Indonesia telah menyatakan merdeka,” paparnya.

Di Stadion Gajayana itu pula konon pernah menjadi saksi bagaimana Belanda kalah perang dan menyerahkan kekuasaannya ke Jepang. Peristiwa ini dicatat Eko, terjadi pada 7 Maret 1942.

”Jadi saat Belanda menyerah dan harus menyerahkan wilayah kekuasaannya termasuk di Malang. Peristiwa ini terjadi di tanggal 7 Maret 1942, juga di sana (di Stadion Gajayana),” pungkasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
5 Ayat Al Quran Tentang...
5 Ayat Al Quran Tentang Kepahlawanan, Simak di Sini!
Prabowo Minta Jangan...
Prabowo Minta Jangan Sekali-kali Melupakan Jasa Pahlawan
Hari Pahlawan, Prabowo...
Hari Pahlawan, Prabowo Kenang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
Rekomendasi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Berita Terkini
5 Titik Demo di Jakarta...
5 Titik Demo di Jakarta Hari Ini, Bundaran HI hingga Gedung DPR
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved