Lacak Klaster Ustaz asal Menteng, Detektif Covid-19 Kota Bogor Tes Swab 21 Warga
Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Namun sampai saat ini, tim surveilans dari Kelurahan Menteng belum bisa mengkonfirmasi dari mana asal penularan ini terjadi. "Kami masih bergerak, mudah-mudahan ini cepat ketemu ujungnya," katanya. (Baca juga: Terus Bertambah, Sudah 190 Warga Kabupaten Bogor Meninggal Akibat Covid-19)
Sekadar diketahui, sebelum seorang ustadz yang diketahui asal Kelurahan Menteng ini terkonfirmasi positif, Pemkot Bogor melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menetapkan lima klaster baru rumah tangga atau keluarga, yakni Klaster Keluarga Semplak, klaster keluarga Rimba Mulya, klaster keluarga Semplak, klaster keluarga Cimanggu City, klaster keluarga Sukadamai, klaster keluarga Banjarjati.
Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan dari 5 klaster keluarga itu terbanyak dari Semplak yakni sebanyak 22 orang.
"Klaster Semplak ini terpapar lantaran keluarga sempat membuat acara keagamaan (tahlil). Berdasarkan catatan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dari klaster keluarga Semplak sudah menghasilkan 22 orang terkonfirmasi positif, dengan 6 orang ber-KTP Kota Bogor dan 16 ber-KTP Kabupaten Bogor," katanya.
Menurutnya, ada acara keagamaan awalnya sekitar beberapa minggu lalu. Keluarga kumpul, setelah itu ada beberapa yang menunjukkan gejala dan diswab hasilnya positif. Salah satu orang yang diduga menjadi carrier Covid-19 pun ternyata sudah berkontak dengan banyak orang terhitung sejak 8 Juli hingga 26 Juli, dimana orang terduga carrier melakukan swab.
Sekadar diketahui, sebelum seorang ustadz yang diketahui asal Kelurahan Menteng ini terkonfirmasi positif, Pemkot Bogor melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menetapkan lima klaster baru rumah tangga atau keluarga, yakni Klaster Keluarga Semplak, klaster keluarga Rimba Mulya, klaster keluarga Semplak, klaster keluarga Cimanggu City, klaster keluarga Sukadamai, klaster keluarga Banjarjati.
Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan dari 5 klaster keluarga itu terbanyak dari Semplak yakni sebanyak 22 orang.
"Klaster Semplak ini terpapar lantaran keluarga sempat membuat acara keagamaan (tahlil). Berdasarkan catatan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dari klaster keluarga Semplak sudah menghasilkan 22 orang terkonfirmasi positif, dengan 6 orang ber-KTP Kota Bogor dan 16 ber-KTP Kabupaten Bogor," katanya.
Menurutnya, ada acara keagamaan awalnya sekitar beberapa minggu lalu. Keluarga kumpul, setelah itu ada beberapa yang menunjukkan gejala dan diswab hasilnya positif. Salah satu orang yang diduga menjadi carrier Covid-19 pun ternyata sudah berkontak dengan banyak orang terhitung sejak 8 Juli hingga 26 Juli, dimana orang terduga carrier melakukan swab.
(thm)
Lihat Juga :