alexa snippet

Mendalami Sosok Herman Deru Calon Gubernur Sumsel 2018

Mendalami Sosok Herman Deru Calon Gubernur Sumsel 2018
Calon Gubernur Sumsel Herman Deru/Dok SINDOnews
A+ A-
PALEMBANG - Pelaksanaan pilkada Sumsel 2018 telah memasuki masa deklarasi pengusungan pasangan calon. Setidaknya sudah ada dua partai politik yang mendeklarasikan calon yang akan disusungnya yaitu Partai Amanat Nasional dan Partai NasDem. Herman Deru adalah kandidat yang pertama kali mendapatkan dukungan resmi partai, bahkan Partai NasDem telah mengeluarkan rekomendasi pengusungan secara lengkap dengan pasangannya, Mawardi Yahya.

Kini pasangan itu tinggal membutuhkan empat kursi saja untuk melengkapi syarat pengusungan. Ada kemungkinan dalam waktu tidak terlalu lama beberapa partai seperti PKB, PKS, Hanura dan Golkar bisa saja menyusul mengusung pasangan ini.

Sumsel Maju Bersama Herman Deru.
Herman Deru adalah orang Putra Daerah (Suku Komering) beristrikan Febrita Lustia orang Sumsel yang lahir di Palembang. Kedua putrinya berkarir dan tinggal di Sumsel. Tidak ada keraguan mengenai preferensinya untuk Sumsel.

Herman Deru Lama bekerja di dan untuk Sumsel. Bekerja untuk OKU Timur dan Sumatera Selatan sejak tahun 1998 hingga kini. Herman Deru adalah sosok representasi Sumsel.

Dimanapun dan dalam acara apapun, jika orang melihat Herman Deru, maka akang langsung bilang; “dari Sumatera Selatan ya.” Herman Deru, yang juga biasa dikenal dengan sebutan akronimnya: HD, adalah sosok yang diakui publik keberhasilannya.

Dia mendapatkan 29 jenis penghargaan, diantaranya Penghargaan Satya Lencana Wirakarya oleh Presiden RI karena keberhasilannya sebagai Bupati menurunkan angka kemiskinan (pra sejahtera) dari 12,81% di tahun 2008 menjadi 10% di tahun 2009.

Berbagai kebijakan yang diambilnya saat menjadi Bupati menunjukan pencapaian yang luar biasa. Dia berhasil melaksanakan pembangunan termasuk di dalamnya keberhasilan pelaksanaan good governance dan harmoni. Nyaris tidak ada issue-issue negatif berkaitan dengan korupsi atau penyalahgunaan wewenang. Saat ditanya soal ini Deru menjawab penuh yakin.

"Kami ini mau mencari apa lagi? Alhamdulillah dari siai materi, pendidikan dan keluarga, kami sudah merasa cukup. Yang justru merasa kurang adalah ibadah. Menjadi kepala daerah apakah itu bupati atau gubernur adalah sarana beribadah. Sarana mengabdi. Kalau jadi sarana mencari kaya apalagi dengan jalan korupsi yang didapat justru kejatuhan, ditangkap KPK atau dipenjara," ujarnya.

Saat memimpin di OKU Timur, Herman Deru dikenal bijaksana. Di bawah komandonya, para staf pemerintahan bisa bekerja tenang, tentram dan fokus pada dinasnya masing-masing.

Demikian juga harmoni dengan instansi lain termasuk di dalamnya unsur pimpinan daerah lain. Deru juga punya hubungan yang baik dengan para kepala daerah lain yakni Bupati atau Wali Kota di Sumatera Selatan, termasuk dengan gubernur. Itulah tidak aneh jika Deru kini berpasangan dengan mantan Bupati OI Mawardi Yahya dan didukung penuh mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman.

Herman Deru juga merupakan sosok yang jelas keberpihakannya kepada warga Sumsel, Pemerintahan Sumsel dan kepentingan Sumsel secara luas.

Bagi Herman Deru, warga Sumsel dan Provinsi Sumsel adalah segalanya. Tidak diragukan lagi bahwa segala kebijakan dan program pembangunan termasuk advokasi warga terkait soal listrik, gas, pemerataan pembangunan menjadi concern dirinya. Berulang kali Deru menyatakan pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi.

"Membangun itu jangan di satu titik saja, harus merata. Jangan satu dua daerah maju dan bagus sementara daerah lain tertinggal dan buruk. Jangan ada ketimpangan yang lebar," ujarnya kepada wartawan yang mengeruminya saat coffee morning di kediamannya, Jum'at, (20/10/2017).
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top