Stafsus Menag: Peran Jurnalis Strategis, Perkokoh Moderasi Beragama

Minggu, 12 November 2023 - 13:53 WIB
loading...
Stafsus Menag: Peran...
Stafsus Menag Wibowo Prasetyo saat berdiskusi dengan kalangan jurnalis di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (11/11/2023) malam. Foto/SINDOnews/Abdul Hakim
A A A
WONOSOBO - Peran para jurnalis sangat efektif dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Lewat pemahaman yang komprehensif akan pentingnya kerukunan, jurnalis tidak mudah dalam mempublikasikan informasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Di tengah berbagai keberagaman yang dimiliki bangsa ini, potensi ketegangan yang dipicu isu agama atau lainnya kapan saja bisa akan muncul. Akan selalu ada pihak-pihak yang memanfaatkan atau mempertentangkan. Namun pers sangat efektif dalam membantu menenteramkan situasi melalui narasi-narasi yang menyejukkan,” kata Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo saat berdiskusi dengan kalangan jurnalis di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (11/11/2023) malam.

Baca juga: Wapres Minta Kerukunan Umat Beragama Terus Dirawat Lewat FKUB

Menurut Wibowo, tantangan jurnalis dalam menjaga kerukunan bangsa semakin besar di saat Indonesia memasuki tahun politik saat ini. Sebab, untuk memuluskan kepentingan politik praktisnya, kerap ada aktor-aktor politik yang menggunakan isu agama demi meningkatkan sisi elektoral dan lain sebagainya.

Hal ini patut diwaspadai karena penggunaan isu agama sangatlah rawan memecah persatuan umat maupun bangsa. Di sinilah pers harus juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga Indonesia agar tetap bisa kondusif.

“Pers juga efektif dalam membantu literasi anak-anak muda terutama generasi Z yang cenderung lemah dalam hal kurasi atas informasi termasuk soal agama. Anak-anak muda ini perlu diarahkan karena mereka yang akan memimpin Indonesa 15 hingga 30 tahun mendatang. Para jurnalis juga harus membantu dalam upaya peningkatan literasi keagamaan anak muda agar tidak jadi bom waktu,” terang Wibowo.

Penguatan moderasi beragama penting, lanjut dia, untuk dilakukan agar Indonesia terus kokoh di tengah berbagai kebhinekaan yang ada di dalamnya.

Baca juga: Pemilu 2024, Kiai dan Ulama Diharapkan Jaga Kerukunan Umat

Ia menjelaskan, ada empat pilar atau indikator dalam praktik moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. “Yang kita moderasi bukan agamanya, namun cara pandang, sikap dan perilaku kita dalam beragama, agar kita saling menghormati keyakinan dan agama sesama umat beragama,” ujar aktivis muda NU tersebut.



Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama (Kemenag) Susari secara khusus menyoroti praktik moderasi beragama di Kabupaten Wonosobo yang telah berjalan dengan baik.

Susari berharap, terbinanya kerukunan ini tak lepas dari peran banyak pihak termasuk kalangan pers. Untuk itu, dia mengajak para jurnalis Wonosobo semakin menguatkan pemahamannya akan moderasi beragama agar jika ada pihak tertentu berupaya memecah belah persatuan bangsa bisa lebih dini dicegah.

“Penguatan moderasi beragama ini penting dalam memperkokoh persatuan di tengah perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Saya melihat kemajemukan di Wonosobo sudah terbina dengan bagus. Misalnya saya tadi ketemu penjaga Kelenteng Hok Hoo Bio yang ternyata muslim. Di sini sudah biasa dan tak perlu dipertentangkan,” jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi...
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Momen Menarik Presiden...
Momen Menarik Presiden FIFA Masuk Kamar Ganti Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Tiyo Ardianto Dilaporkan...
Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel, Pelapornya Pernah Ngaku-ngaku Punya Gunung Parung
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved