Kapolda Metro Jaya Kelahiran Jawa Timur, Nomor 2 Pernah Jabat Kapolri

Sabtu, 11 November 2023 - 14:03 WIB
loading...
Kapolda Metro Jaya Kelahiran...
Dua perwira tinggi Polri kelahiran Jawa Timur pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Foto/MPI/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Kepala Kepolisian Daerah ( Kapolda ) merupakan jabatan yang dipegang oleh perwira tinggi Polri terbaik. Tak terkecuali di wilayah Polda Metro Jaya .

Sepanjang berdirinya Polda Metro Jaya, sudah ada 40 perwira tinggi terbaik Polri yang dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya.

Puluhan perwira tinggi terbaik ini berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Salah satunya Jawa Timur, sejumlah putra daerah asal provinsi ini pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Baca: 3 Wakapolda Metro Jaya Kelahiran Jatim, Nomor 1 Tiga Kali Jadi Kapolda

Berikut dua Kapolda Metro Jaya yang lahir di Jawa Timur:

1. Komjen (Purn) Pol Putut Eko Bayu Seno


Putut Eko Bayu Seno pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada tahun 2014 silam. Putut lahir pada 28 Mei 1961 di Tulungagung, Jawa Timur.

Mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menjalani masa pendidikannya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1984.

Putut Eko Bayu Seno mengawali karier kepolisiannya dengan menjabat sebagai PA Staff di PTIK tahun 1984 setelah kelulusannya dari AKABRI.

Kapolda Metro Jaya Kelahiran Jawa Timur, Nomor 2 Pernah Jabat Kapolri

Komjen (Purn) Putut Eko Bayu Seno (kiri) saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Foto/MPI

Sebagai seorang polisi yang berpengalaman di bidang Lalu Lintas, dia sempat mendapatkan jabatan penting seperti PS Kabag Tatib Lantas Polda Sulteng (1993), Kabag Jianma Ditlantas Polda Sulteng (1994), Guru Muda Pusdik Lantas Polri (1995), Kabag Regident Ditlantas Polda Jambi (1997), Kabag Tatib Lantas Polda Jatim (1998) dan Kabag Regident Ditlantas Polda Jatim (1999).

Pada tahun 2004, Putut Eko Bayu Seno yang kala itu masih berpangkat Komisaris Besar (Kombes) dipercaya untuk menjadi Ajudan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono selama lima tahun.

Setelah itu dia langsung diangkat menjadi Wakapolda Metro Jaya dan menjadi salah satu yang termuda sepanjang sejarah Polda Metro Jaya. Di mana usianya kala itu sekitar 48 tahun.

Dua tahun berselang dia dimutasi menjadi Kapolda Banten. Pada pertengahan tahun 2011 Putut Eko Bayu Seno yang memegang pangkat Inspektur Jenderal (Irjen) langsung dipindahkan ke Jawa Barat sebagai Kapolda.

Setahun berselang Jenderal bintang dua ini dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya untuk menggantikan Irjen Untung Suharsono Radjab kala itu. Selama dua tahun menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, pangkatnya kembali naik di tahun 2014 menjadi Komisaris Jenderal bersama dengan pemindahan tugasnya sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri.

Sebelum pensiun, Komjen Putut Eko Bayu Seno sempat dilantik menjadi Inspektur Pengawasan Umum pada tahun 2017 oleh Jenderal Tito Karnavian yang menjabat sebagai Kapolri saat itu.

2. Jenderal Pol (Purn) Timur Pradopo


Timur Pradopo merupakan mantan Kapolda Metro Jaya yang memiliki karier mentereng. Timur Pradopo hanya empat bulan jadi Kapolda Metro Jaya, lalu mendapatkan promosi jenderal bintang 4 hingga akhirnya jabat Kapolri.

Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur pada 10 Januari 1956 ini memiliki rekam jejak karier yang cukup unik. Ia menerima kenaikan pangkat yang cukup kilat.

Bahkan lulusan Akpol 1978 ini mampu menempati tiga jabatan dengan waktu berdekatan, yaitu sebagai Kapolda Metro Jaya, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, dan Kapolri.

Dalam waktu 18 hari Timur Pradopo berhasil naik dua tingkat dan dua bintang. Timur Pradopo naik pangkat dari Irjen menjadi Komjen pada 4 Oktober 2010.

Lalu jenderal bintang empat pada 22 Oktober 2010. Timur Pradopo menjabat Kapolda Metro Jaya pada tangga 22 Juni- 7 Oktober 2010.

Kapolda Metro Jaya Kelahiran Jawa Timur, Nomor 2 Pernah Jabat Kapolri

Foto/MPI/Dok

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Daruri kemudian melantik Timur Pradopo menjadi Kabaharkam Polri. Bintang di pundaknya pun langsung berubah dari 2 menjadi 3 atau Komisaris Jenderal (Komjen). Tapi, Timur Pradopo hanya menjabat Kabaharkam Polri dari 7– 22 Oktober 2010.

Kala itu Timur Pradopo dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi calon Kapolri setelah terjadi jalan buntu pencalonan Komjen Pol Nanan Soekarna (Irwasum Polri) dan Komjen Pol Imam Sudjarwo (Kalemdiklat Polri).

Pengajuan Timur Pradopo menjadi jalan keluar dari deadlock bursa calon Kapolri yang bergulir hampir satu bulan pada 2010 silam. Pada 19 Oktober 2010, Timur Pradopo disahkan sebagai Kapolri dalam Sidang Paripurna DPR.

Timur Pradopo kemudian dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang memasuki masa pensiun. Timur Pradopo dilantik menjadi Kapolri pada 22 Oktober 2010 oleh Presiden SBY di Istana Negara.

Timur Pradopo menjabat Kapolri hingga 25 Oktober 2013. Ia lalu pensiun pada 1 Februari 2014. Timur Pradopo menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Staf Administrasi dan Pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (2001), Sekolah Staf Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (1996), Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (1989) dan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (1978). Sebelum pensiun, Timur Pradopo sudah malang melintang di kepolisian dengan berbagai jabatan strategis.

Ia pernah menduduki jabatan Wakapolres Tangerang, Kabag Jianmas Lantas Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Barat (1997-1999), Kapolres Metro Jakarta Pusat (1999-2000), Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Kepolisian Daerah (Kapuskodal Ops Polda) Jawa Barat (2000).

Kemudian, menjabat Kepala Satuan dan Kemahasiswaan Pendidikan dan Pelatihan Akademi Kepolisian (2002), Inspektur Pengawas Daerah Polda Bali (2004-2005), Kapolres Banten (2005-2008), Kepala Balai Diklat Polri Perwira (2008), Kapolda Jawa Barat (2008-2010), Kapolda Metro Jaya (2010).

Kabid Badan Pemeliharaan Keamanan Polri (2010), dan Kapolri (2010-2013). Timur Pradopo memulai karier sebagai Perwira Samapta Poltabes Semarang, Perwira Operasi Satuan Lalu Lintas Semarang, Kepala Seksi Operasi Poltabes Semarang, Kapolsekta Semarang Timur, Kabag Lantas Polwil Kedu, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, dan Kapolsek Metro Sawah Besar.

(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Dalami Temuan...
Polisi Dalami Temuan Emas Batangan hingga Uang saat Geledah Rumah di Sentul
Terungkap, Polisi Amankan...
Terungkap, Polisi Amankan 15 Saksi saat Geledah 12 Lokasi
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Rekomendasi
Jorge Jesus Buka Peluang...
Jorge Jesus Buka Peluang Coret Cristiano Ronaldo dari Timnas Portugal
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
Infografis
Negara Asia dan Timur...
Negara Asia dan Timur Tengah yang Pernah Gunakan Sistem Komunis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved