Kisah Heroik Pasukan Budak Untung Surapati Pukul Mundur Tentara VOC Belanda

Sabtu, 11 November 2023 - 08:46 WIB
loading...
Kisah Heroik Pasukan...
Lukisan tradisional Jawa karya Tirto dari Grisek menggambarkan terbunuhnya Kapten François Tack oleh Untung Surapati di Kartasura (1686). Foto/Istimewa (Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures)
A A A
Untung Surapati dan pasukan budaknya pernah mengalahkan serta memukul VOC Belanda. Saat itu pertempuran terjadi tengah hutan belantara penuh penuh padang ilalang yang jadi markas persembunyian Untung Surapati.

VOC Belanda memang tengah mencari keberadaan Untung Surapati. Kemudian Belanda menemukan tempat persembunyian Untung Surapati dan pasukan budaknya di padang ilalang tengah hutan. Pasukan VOC pun langsung melakukan serangan.

Babad Trunajaya - Surapati sebagaimana dikisahkan pada “Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati : Kisah Hidup dan Sejarah Untung Surapati Sejak Jadi Budak hingga Pahlawan”, buku karya Sri Wintala Achmad.

Baca Juga: Kisah Untung Surapati Menyamar Kumpulkan Pasukan Budak Batavia Perangi VOC

Disebutkan bunyi senapan berdentuman, bunyinya menggelegar, udara menjadi gelap karena asap mesiu. Maka Untung Surapati mulailah memberikan aba-aba ke pasukannya.

Pasukan yang terdiri dari para budak dan rakyat jelata tak punya kompetensi perang itu mengamuk bersama-sama. Pasukan Untung Surapati itu menyusup di sela-sela asap mesiu tembakan senapan VOC Belanda. Mereka tak kenal takut menghadapi desingan peluru.

Pasukan dari Makassar serempak maju, menyerang dari kiri dan kanan. Ramainya yang sedang berperang saling menggempur, tak ubah seperti amukan singa sedang marah, banyak yang telah menemui ajalnya.

Pasukan Untung, walaupun bertempur dengan berani, membuat tak sedikit kompeni yang tewas. Orang-orang Bugis dan Sumbawa berlarian, yang dari Ambon banyak yang gugur. Makin lama pasukan kompeni makin mendesak.

Baca Juga: Kisah Penolakan Bung Tomo Menyambut Kedatangan Tentara Inggris di Surabaya

Untung Surapati dengan pasukannya yang masih tersisa mengamuk dahsyat tak ubah seperti banteng terluka.Diberondong peluru seperti hujan lebat, tiada henti-hentinya serangan senapan kompeni VOC, seperti seribu petir menyambar bertubi-tubi.

Kemudian granat beserta pecahannya bertaburan ke mana-mana, seperti hujan apilah bila dilihat dari kejauhan. Tetapi hal itu tak membuat Untung Surapati dan pasukannya kian mundur, tapi justru perlawanan kian gencar.

Untung dilempari granat seperti hujan, kelihatan seperti Abimanyu, Arjunaputra, sedang dikerubut para Korawa. Pasukan Untung makin terdesak karena banyaknya musuh, di antara mereka banyak yang gugur.

Baca Juga: Kisah Pidato Heroik Bung Tomo Memompa Semangat Arek-arek Malang di Stadion Gajayana

Di lain pihak, yaitu di pihak kompeni pun sangat banyak yang tewas hingga mayat bertumpang tindih. Sepanjang hari mereka berperang, kawan Ki Untung yang tewas, sebanyak 60 orang. Adapun pasukan kompeni terus menghujani Untung Surapati dan pasukannya.

Pertempuran di padang ilalang hutan ini pun kian banyak korban dari kedua kubu. Bahkan konon pasukan Untung Surapati hanya tersisa sekitar 40 orang saja. Namun Untung Surapati mengamuk terus dengan gagah berani.

Para pasukan sisanya pun mengamuk dahsyat, seakan-akan mereka haus darah. Malam hari tiba dan pertempuran dihentikan. Semua tentara kompeni telah mundur, kembali ke kota, mereka berhasil dipukul mundur oleh Untung Surapati dan pasukannya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
AS Dilanda Frustasi,...
AS Dilanda Frustasi, Mengapa Operasi Perang Jilid II Jadi Pertaruhan Trump?
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Siapa Cilia Flores?...
Siapa Cilia Flores? Istri Maduro yang Dikenal sebagai Otak di Belakang Kebijakan Pemerintah Venezuela
Rekomendasi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved