alexa snippet

Sidak Gudang Bulog, Bupati Temukan 500 Ton Raskin Berkutu

Sidak Gudang Bulog, Bupati Temukan 500 Ton Raskin Berkutu
Kepala Bulog Pangkalan Bun Rusli Pisto mengusap keringatnya yang terus mengucur saat dicecar pertanyaan oleh Bupati Kobar saat sidak ke gudang Bulog, Jumat (13/1/0/2017).iNewsTV/Sigit Dzakwan
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidyah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog Sub Divre Pangkalan Bun, Jalan Iskandar, Kabupaten Kotawaringin Barat, setelah mendapat laporan warga yang menerima beras rakyat miskin (Raskin) tak layak konsumsi. Hasilnya, Bupati menemukan 500 ton raskin sudah berkutu dan tak layak konsumsi.

“Ini tercatat beras sudah tiba sejak Juni 2016. Jadi 500 ton raskin ini sudah tertumpuk selama 1 tahun 4 bulan belum tersalurkan. Saya belum tahu persoalannya, tapi kasihan warga kalau menerima beras seperti ini,” ujar Bupati perempuan pertama di Kalteng ini seusai sidak, Jumat (13/10/2017) siang.

Bupati meminta Bulog mengganti raskin tak layak konsumsi yang sudah diterima warga karena kondisinya berwarna kuning, pecah-pecah, dan berkutu. “Beras yang sudah terlanjur disalurkan kami meminta untuk diganti, sebab warga juga membeli dengan harga Rp1.600 per kg,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Pangkalan Bun, Rusli Pisto yang tiba terlambat di gudang Bulog saat Bupati melakukan sidak, membantah beras yang didistribusikan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Dia beralasan sudah dilakukan uji lab oleh BPOM, meski sepertinya sudah berkutu dan berserbuk tapi masih layak konsumsi.

“509 ton raskin ini masih tertumpuk karena belum tersalurkan saja. Stok kami cukup banyak, meski sudah 1 tahun 4 bulan ini masih layak konsumsi. Kita kan uji lab,” kilahnya seraya menambahkan uji lab dilakukan saat raskin baru tiba dari Pulau Jawa.

Rusli mengaku selama ini terkendala pendistribusian, sebab kebutuhan raskin di tiga wilayah, yaitu Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau hanya 150 ton per bulan. “Sedangkan stok kita ribuan ton, sehingga kadang tertumpuk lama,” ujarnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top