Edan! Dicampur Amfetamin dan Sabu, 200 Gram Keripik Pisang Narkoba Asal Bantul Dijual Rp6 Juta
Jum'at, 03 November 2023 - 13:53 WIB
loading...
Barang bukti keripik pisang dan happy water dicampur narkoba yang siap diedarkan disita polisi dari tempat produksi di Baturetno, Banguntapan, Bantul, DIY. Foto/MPI/Yohanes Demo.
A
A
A
BANTUL - Penggrebekan rumah kontrakan di Dusun Pelem Kidul, Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul membuat geger warga sekitar. Rumah tersebut ternyata digunakan memproduksi keripik pisang dicampur narkoba.
Dalam penggrebekan, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial R (42) warga Bekasi, Jawa Barat bersama barang bukti 436 bungkus keripik pisang narkoba dan 2.022 botol narkoba jenis happy water.
Baca juga: Bareskrim Gerebek Pabrik Narkoba Jenis Baru, Dijadikan Keripik Pisang dan Happy Water
Wakapolda DIY, Brigjen Pol, R Slamet Santoso mengungkapkan bahwa pelaku mencampuri keripik pisang tersebut dengan narkoba jenis amfetamin dan sabu. Bahan-bahan tersebut dicampur lalu dimasak dengan cara digoreng.
"Ini campuran ya, campuran antara amfetamin kemudian sabu juga ada. Jadi, beberapa bahan itu dicampur kemudian dikolaborasikan dengan keripik maupun happy water," ungkapnya kepada wartawan saat konferensi pers di lokasi penggrebekan, Baturetno, Banguntapan, Jumat (3/11/2023).
Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan polisi terkait perdagangan happy water dam keripik pisang secara online.
Dalam penggrebekan, polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial R (42) warga Bekasi, Jawa Barat bersama barang bukti 436 bungkus keripik pisang narkoba dan 2.022 botol narkoba jenis happy water.
Baca juga: Bareskrim Gerebek Pabrik Narkoba Jenis Baru, Dijadikan Keripik Pisang dan Happy Water
Wakapolda DIY, Brigjen Pol, R Slamet Santoso mengungkapkan bahwa pelaku mencampuri keripik pisang tersebut dengan narkoba jenis amfetamin dan sabu. Bahan-bahan tersebut dicampur lalu dimasak dengan cara digoreng.
"Ini campuran ya, campuran antara amfetamin kemudian sabu juga ada. Jadi, beberapa bahan itu dicampur kemudian dikolaborasikan dengan keripik maupun happy water," ungkapnya kepada wartawan saat konferensi pers di lokasi penggrebekan, Baturetno, Banguntapan, Jumat (3/11/2023).
Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan bahwa terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan polisi terkait perdagangan happy water dam keripik pisang secara online.
Lihat Juga :