Brutal! 5 Tenaga Kesehatan yang Menangani Warga Korban Bencana Kelaparan di Yahukimo Diserang KKB
Rabu, 01 November 2023 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Danur mengatakan, awalnya pelayanaan kesehatan berjalan baik-baik saja, namun lantaran pesawat yang harusnya menjemput mereka tidak kunjung datang, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap. Pada keesokan harinya, mereka mendapatkan serangan brutal dari KKB.
"Saat pelayanan kami aman-aman saja, kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Disaat menginap, pagi kami menunggu pesawat, pesawat tidak datang, disitulah kami diserang," jelas Danur.
Angganita Mandowen mengungkapkan, saat pesawat tak ada tanda-tanda datang, empat rekannya memutuskan untuk mengecek ke SSB sementara dirinya berada di Puskesmas. Saat itu, sekitar 30 orang diduga KKB datang dari arah ujung bandara (lapangan terbang).
"Memang situasi sudah tidak seperti biasa. Mereka turun, kami lagi di dalam rumah perawat, mereka (KKB) dari ujung bandara sudah berteriak, saya bilang masuk semua satu kamar tidak boleh ada yang keluar," katanya.
Baca juga: Pasuruan Gempar! Mertua Tega Bunuh Menantu dalam Kondisi Hamil 7 Bulan
Namun, salah satu korban atas nama Adrianus panik dan melompat ke luar jendela yang akhirnya ia mendapat penganiayaan dengan dipotong di bagian tangan. Setelah Adrianus ditangkap, kelima korban dikumpulkan di tengah lapangan terbang dan diinterogasi.
Angganita Mandowen melanjutkan, ia bersama keempat tenaga kesehatan lainnya dicurigai sebagai intelijen. Hal ini diutarakan sendiri oleh salah satu pelaku, yang menanyakan dan meminta KTP para korban. Di saat bersamaan, kelima tenaga kesehatan juga dianiaya.
"Saat pelayanan kami aman-aman saja, kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Disaat menginap, pagi kami menunggu pesawat, pesawat tidak datang, disitulah kami diserang," jelas Danur.
Angganita Mandowen mengungkapkan, saat pesawat tak ada tanda-tanda datang, empat rekannya memutuskan untuk mengecek ke SSB sementara dirinya berada di Puskesmas. Saat itu, sekitar 30 orang diduga KKB datang dari arah ujung bandara (lapangan terbang).
"Memang situasi sudah tidak seperti biasa. Mereka turun, kami lagi di dalam rumah perawat, mereka (KKB) dari ujung bandara sudah berteriak, saya bilang masuk semua satu kamar tidak boleh ada yang keluar," katanya.
Baca juga: Pasuruan Gempar! Mertua Tega Bunuh Menantu dalam Kondisi Hamil 7 Bulan
Namun, salah satu korban atas nama Adrianus panik dan melompat ke luar jendela yang akhirnya ia mendapat penganiayaan dengan dipotong di bagian tangan. Setelah Adrianus ditangkap, kelima korban dikumpulkan di tengah lapangan terbang dan diinterogasi.
Angganita Mandowen melanjutkan, ia bersama keempat tenaga kesehatan lainnya dicurigai sebagai intelijen. Hal ini diutarakan sendiri oleh salah satu pelaku, yang menanyakan dan meminta KTP para korban. Di saat bersamaan, kelima tenaga kesehatan juga dianiaya.
Lihat Juga :