Keluarga Syodanco Supriyadi Buka Tabir Misteri Pemberontakan PETA di Blitar
Senin, 30 Oktober 2023 - 12:01 WIB
loading...
Tampak Suroto (84) adik Syodanco Supriyadi saat menghadiri FGD penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar. Foto/Solichan Arif
A
A
A
BLITAR - Suroto (84), adik Pahlawan Kemerdekaan Syodanco Soeprijadi atau Supriyadi membuat testimoni yang mengejutkan tentang sejarah Pemberontakan tentara PETA (Pembela Tanah Air) di Blitar 14 Februari 1945.
Suroto menuturkan, peristiwa pemberontakan PETA di Blitar tidak seluruhnya sama persis dengan cerita sejarah yang selama ini tertulis. Ada peristiwa pembantaian besar-besaran oleh Jepang terhadap pasukan PETA yang dipimpin Supriyadi.
Peristiwa pembantaian yang tidak pernah diungkap itu berlangsung di hutan Maliran, d wilayah Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, di mana Supriyadi diduga juga turut terbunuh.
Cerita itu diungkapkan Suroto di dalam forum FGD (Focus Group Discussion) penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar.
Baca Juga: Sejarah Pemberontakan DI/TII dan Latar Belakangnya
“Jam 07.30 WIB pagi (di hutan maliran Ponggok) dikepung rapet gak iso metu (dikepung rapat gak bisa keluar), ditembaki. Ya mesti ada Supriyadi, dia yang memimpin,” tutur Suroto kepada wartawan dalam forum FGD penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar.
Suroto diundang dalam penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar, mewakili keluarga Syodanco Soeprijadi. Setidaknya ia hadir dua kali dalam FGD dengan didampingi Soedarmanto, keponakannya.
Suroto meminta konten komik dengan tokoh utama Syodanco Soeprijadi tidak memuat desas-desus atau cerita yang tidak masuk akal. Kemudian juga meminta alasan pemberontakan PETA Blitar diungkap secara jelas.
Suroto menuturkan, peristiwa pemberontakan PETA di Blitar tidak seluruhnya sama persis dengan cerita sejarah yang selama ini tertulis. Ada peristiwa pembantaian besar-besaran oleh Jepang terhadap pasukan PETA yang dipimpin Supriyadi.
Peristiwa pembantaian yang tidak pernah diungkap itu berlangsung di hutan Maliran, d wilayah Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, di mana Supriyadi diduga juga turut terbunuh.
Cerita itu diungkapkan Suroto di dalam forum FGD (Focus Group Discussion) penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar.
Baca Juga: Sejarah Pemberontakan DI/TII dan Latar Belakangnya
“Jam 07.30 WIB pagi (di hutan maliran Ponggok) dikepung rapet gak iso metu (dikepung rapat gak bisa keluar), ditembaki. Ya mesti ada Supriyadi, dia yang memimpin,” tutur Suroto kepada wartawan dalam forum FGD penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar.
Suroto diundang dalam penyusunan komik tentang Perjuangan Tentara PETA Blitar, mewakili keluarga Syodanco Soeprijadi. Setidaknya ia hadir dua kali dalam FGD dengan didampingi Soedarmanto, keponakannya.
Suroto meminta konten komik dengan tokoh utama Syodanco Soeprijadi tidak memuat desas-desus atau cerita yang tidak masuk akal. Kemudian juga meminta alasan pemberontakan PETA Blitar diungkap secara jelas.
Lihat Juga :