Mahasiswa Palopo Berduka, Bakar Lilin Tolak Dinasti Politik
Rabu, 25 Oktober 2023 - 19:39 WIB
loading...
Puluhan mahasiswa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menggelar aksi unjuk rasa menolak dinasti politik. Foto/MPI/Abdoellah Nicolha
A
A
A
PALOPO - Aksi keprihatinan dengan membakar lilin di depan kantor Wali Kota Palopo, digelar para mahasiswa yang dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara. Mereka membakar lilin, sebagai simbol duka atas terjadinya dinasti politik di Indonesia.
Baca juga: Anwar Usman Siap Diperiksa MKMK soal Putusan Batas Usia Capres-Cawapres
Para mahasiswa ini menolak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) lewat uji materi UU No. 7/2017 tentang pemilihan umum, terkait batas usia capres-cawapres. Bagi para mahasiswa, keputusan MK telah menciderai proses demokrasi.
Mereka menilai putusan tersebut erat kaitannya dengan politik dinasti, di mana putusan MK telah meloloskan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: 1 Wisatawan Tewas Jatuh ke Jurang Akibat Jembatan Kaca di Banyumas Pecah, Begini Kronologinya
Puluhan pengunjuk rasa tersebut, menuntut agar Ketua MK, Anwar Usman yang juga merupakan paman dari Gibran, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Selain itu, mereka juga menuntut dan mendesak Presiden Jokowi segerah mereformasi tubuh MK.
Para mahasiswa juga mendesak presiden mengambil sikap, terkait adanya putusan kontroversial MK. Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa ini, dilakukan tanpa orasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Selingkuh dengan Istri Orang Berujung Maut, Sekdes di Tuban Tewas Ditabrak dan Dibacok
"Aksi bakar lilin ini sebagai refleksi duka, atas putusan MK terkait batas usia Capres-Cawapres yang dinilai erat kaitannya dengan politik dinasti, yang telah mencederai demokrasi," kata Koordinator Daerah Aksi BEM Nusantara Wilayah Sulawesi Selatan, Mahligai Nurlan.
Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga menyanyikan lagu perjuangan dan membentangkan spanduk menolak putusan MK. Sebelum membubarkan diri secara tertib, puluhan pengunjuk rasa ini membersihkan bekas lilin yang ada di lantai trotoar lokasi aksi.
Baca juga: Anwar Usman Siap Diperiksa MKMK soal Putusan Batas Usia Capres-Cawapres
Para mahasiswa ini menolak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) lewat uji materi UU No. 7/2017 tentang pemilihan umum, terkait batas usia capres-cawapres. Bagi para mahasiswa, keputusan MK telah menciderai proses demokrasi.
Mereka menilai putusan tersebut erat kaitannya dengan politik dinasti, di mana putusan MK telah meloloskan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: 1 Wisatawan Tewas Jatuh ke Jurang Akibat Jembatan Kaca di Banyumas Pecah, Begini Kronologinya
Puluhan pengunjuk rasa tersebut, menuntut agar Ketua MK, Anwar Usman yang juga merupakan paman dari Gibran, segera mengundurkan diri dari jabatannya. Selain itu, mereka juga menuntut dan mendesak Presiden Jokowi segerah mereformasi tubuh MK.
Para mahasiswa juga mendesak presiden mengambil sikap, terkait adanya putusan kontroversial MK. Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa ini, dilakukan tanpa orasi di Jalan Jenderal Sudirman Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Selingkuh dengan Istri Orang Berujung Maut, Sekdes di Tuban Tewas Ditabrak dan Dibacok
"Aksi bakar lilin ini sebagai refleksi duka, atas putusan MK terkait batas usia Capres-Cawapres yang dinilai erat kaitannya dengan politik dinasti, yang telah mencederai demokrasi," kata Koordinator Daerah Aksi BEM Nusantara Wilayah Sulawesi Selatan, Mahligai Nurlan.
Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga menyanyikan lagu perjuangan dan membentangkan spanduk menolak putusan MK. Sebelum membubarkan diri secara tertib, puluhan pengunjuk rasa ini membersihkan bekas lilin yang ada di lantai trotoar lokasi aksi.
(eyt)
Lihat Juga :