Cornelis Lay, Sosok Dosen Bersahaja yang Tak Silau Kekuasaan

Rabu, 05 Agustus 2020 - 10:37 WIB
loading...
Cornelis Lay, Sosok...
Dosen Fisipol UGM Cornelis Lay tutup usia. FOTO: fisipol.ugm.ac.id
A A A
YOGYAKARTA - Segenap civitas akademika UGM Yogyakarta kehilangan guru besar di bidang politik. Cornelis Lay meninggalkan banyak rekaman terutama bagai gerakan mahasiswa sejak Orde Baru hingga tumbangnya rezim yang sudah 32 tahun berkuasa tersebut

Sosiolog UGM Arie Sujito mengungkapkan, Dosen Fisipol UGM ini adalah sosok guru dan kolega yang bersahaja. Sejak dirinya menjadi aktivis gerakan mahasiswa, Cony (sapaan akrabnya) memberikan support banyak hal.

Perhatian pada gerakan mahasiswa kala itu, dengan memberikan input data, membuka jaringan, bahkan mau memberikan uang pada para aktivis mahasiswa yang mengalami kesulitan.

"Setelah saya jadi dosen beliau juga menjadi kolega yang mau diajak berdiskusi tentang situasi politik terkini dengan bumbu-bumbu humor. Perjuangannya luar biasa," ungkapnya kepada SindoNews Rabu (5/8/2020).

Ari pun menyatakan banyak gagasan cerdas yang diberikan seorang Cornelis Lay. Komitmen pada nasionalisme serta kemanusiaan menjadi hal yang krusial dan penting untuk arah bangsa.

Bahkan di saat sakit, Cony masih sangat produktif hingga gelar profesor diraih dalam keadaan sakit. "Semoga warisan pemikiran dan karya akademik dan sosial bermakna buat generasi berikutnya. Semoga damai di sisi-Nya," ucapnya.(Baca juga : Cornelis Lay, Guru Besar UGM Tutup Usia di RS Panti Rapih Yogyakarta )

Sementara itu Analis Politik Indo Strategy Arif Nurul Imam mengungkapkan Cornelis Lay merupakan intelektual yang menjadi salah satu rujukan dalam khasanah diskursus sosial politik. Pikiran dan tindakannya banyak memberi kontribusi dalam penguatan demokrasi.

"Salah satu tesisnya , tentang intelektual jalan ketiga saya kira menjadi model baru bagaimana para intelektual memposisikan dihadapan kekuasaan," ungkapnya.

Dalam naskah pidato pengukuhan Guru Besar, Cony menyebutkan peran yang seharusnya juga diambil oleh para intelektual. Intelektual menurutnya harus berpikir bebas dan bertindak bijak bagi kepentingan kemanusiaan.

"Ini yang harus digarisbawahi karena banyak intelektual yang terjangkiti sindrom superioritas. Mereka secara keliru mengira dirinya unggul secara intelektual dan moral di hadapan kekuasaan," tandasnya.(Baca juga : UGM Tambah Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Nuklir )

Bagi Nurul, sosok Cornelys Lay juga merupakan intelektual nasionalis yang sudah teruji idealismenya. "Ia tidak silau dengan kekuasaan meski peluang dan kesempatan terbuka lebar karena dia sangat dekat dengan orang - orang dilingkaran pusat kekuasaan, . Selamat Jalan Guru Politik Indonesia," pungkasnya.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, UGM-Ewindo Kembangkan Bank Sayuran
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Rekomendasi
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved