Kisah Perempuan Peranakan China yang Membuat Kesaktian Pangeran Diponegoro Hilang

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 10:34 WIB
loading...
Kisah Perempuan Peranakan...
Pangeran Diponegoro pernah berinteraksi dengan perempuan China sehingga membuat hilang kesaktiannya. Foto/Istimewa
A A A
Pangeran Diponegoro pernah dikabarkan berinteraksi dengan perempuan China sehingga membuat hilang kesaktiannya. Konon hal itu terjadi setelah Pangeran Diponegoro melakukan hubungan badan dengan wanita cantik peranakan tersebut.

Beberapa sumber dari Babad Diponegoro versi Peter Carey, bahkan secara gamblang menyebut sang pangeran tidur dengan perempuan China itu. Peristiwa itu terjadi ketika sang pangeran tengah dalam kondisi berperang dan beristirahat di suatu daerah.

Sekretaris Umum Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) Pandu Setyawan mengakui momen Pangeran Diponegoro berinteraksi dengan perempuan China yang disebutnya Nyonya China ini memang terjadi.

Baca Juga: Kisah Pangeran Diponegoro Bertempur Bersama Peranakan China di Perang Sabil

Tetapi hal itu bukanlah seperti yang dituliskan Peter Carey, dan informasi sejarah yang beredar. Apalagi Pangeran Diponegoro merupakan sosok religius yang sejak kecil belajar agama Islam dan patuh dengan syariat agama.

”Kita Lihat backgroundnya dari kecil dididik para ulama, merantau dari pesantren ke pondok pesantren. Artinya beliau punya basic agama, terkait konsep lawan jenis,” ucap Pandu Setyawan kepada SINDOnews, Sabtu (21/10/2023).

Dia menyangsikan Peter Carey perihal Pangeran Diponegoro yang tidur dengan perempuan China tersebut.

Sebab sejak kecil memang sang pangeran taat dengan ajaran agama Islam. Bahkan ketika ia dan pasukannya membuat markas besar di Gua Selarong, Pangeran Diponegoro memisahkan antara gua laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Kisah Hilangnya Kekebalan Pangeran Diponegoro usai Tidur dengan Gadis Peranakan China

”Di Selarong pun dibedakan, antara gua laki-laki, dan perempuan, itu masalah remeh temeh yang basic itu diperhatikan. Ini masalah mahram laki-laki perempuan. Masalah mahram,” ucapnya.

Apalagi mengacu pada sumber Babad Diponegoro Manado - Makassar Pupuh XXVII Sinom disebut Pandu, sang pangeran menulis “Aneng ing daren punika, pan dalu kinen meteki, kang boyongan nyonya China, Kangjeng Sultan salah kardi,”.

Yang ketika diterjemahkan intinya peristiwa itu saat sang pangeran lelah dan akhirnya meminta pijat oleh perempuan China, yang disebut Nyonya China.

”Perempuan China itu tawanan perang, tapi versi keluarga itu bukan tawanan perang, tapi bisa jadi dia itu pembantu, tukang cuci, bisa-bisa jadi tukang laundry, kalau dihubungkan 1800an ini secara logika banyak merantau orang China ke Jawa juga, selain bekerja juga berdagang, bisnis laundry, jadi pembantu, tapi tidak disebutkan itu asal-usulnya dari mana,” paparnya.

Baca Juga: Siu Ban Ci, Selir Prabu Brawijaya Dari China yang Mengubah Sejarah Jawa

Jika itu tawanan perang, sesuai aturan fikih hukum islam memang hukumnya boleh diperintah apapun. Bahkan jika tawanan perang itu tidak menurut, atau memberontak boleh dibunuh. Tetapi Pangeran Diponegoro tetap memberlakukan tawanan perang itu dengan baik.

”Intinya kejadian (Pangeran Diponegoro dipijat perempuan China) di Kedaren, suatu nama daerah, itu di suatu malam, garis besarnya di suatu malam saat ngatur macam-macam, ngatur perang konsolidasi capek istirahat, meteki itu memijat,” katanya.

Pada kondisi badan yang sangat lelah, konsentrasi yang sudah hilang, membuat Pangeran Diponegoro meminta perempuan China itu untuk memijat badannya. Peristiwa ini digambarkan terjadi di sebuah tenda, ketika malam hari.

”Istilahnya orang kalau capek berat itu fokusnya menurun, nggak sadar kalau nggak nggeh, bukan muhrimnya. Akhirnya merasa bersalah dan mengkhianati istri-istrinya. Jadi istilah meteki itu memijat,” terangnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Rekomendasi
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved