Soal Sekolah Tatap Muka di Bulukumba, Gubernur : Jangan Dulu, Kita Tunggu Dulu
Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:35 WIB
loading...
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah meminta Pemerintah Kabupaten Buulukumba tidak gegabah menerapkan skenario pembejaran tatap muka di sekolah. Foto : SINDOnews/Doc
A
A
A
MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba tidak gegabah menerapkan skenario pembejaran tatap muka di sekolah. Rencana ini masih perlu kajian mendalam dengan mempertimbangkan sisi epidemiologisnya. Baca : SD dan SMP di Bulukumba Dibuka Terbatas Mulai Pekan Depan
Menurut Nurdin, arahan yang berlaku juga untuk seluruh kabupaten/kota di Sulsel ini dikeluarkan sebab fluktuasi kasus harian COVID-19 di Sulsel masih terjadi. Laju penyebaran virus corona di Sulsel, kata Nurdin masih perlu diwaspadai.
Sekaitan dengan penerapan skenario belajar tatap muka di sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, pekan depan, gubernur juga belum memberikan persetujuan.
"Jangan dulu. Kita tunggu dulu. Inikan memang sekarang sudah terus landai. Secara umum Rt (reproduksi efektif) kita sudah 0,92, berarti sudah di bawah 1. Tetapi kita tidak boleh anggap enteng," tegas Nurdin yang ditemui di kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Nurdin meminta pemerintah setempat tidak terburu-buru menerapkan hal tersebut. Dia berharap, Pemkab Bulukumba mengkonsultasikan lebih dulu rencana ini ke Pemprov Sulsel melalui tim gugus tugas COVID-19.
"Pasti akan dikonsultasikan dulu ke kitalah," ucapnya. Nurdin khawatir, tanpa pertimbangan yang matang, skenario ini justru bisa memperburuk strategi pemerintah untuk menekan laju penularan COVID-19. Baca Juga : Kasus Positif COVID-19 di Bulukumba Bertambah 2 Orang Pascalebaran
Pertimbangannya, sekolah tatap muka berpotensi memunculkan kerumunan di sekolah, terlebih para siswa. Aktivitas kerumunan bisa memicu penyebaran virus lebih meluas jika tak ada protokol kesehatan yang ketat.
Menurut Nurdin, arahan yang berlaku juga untuk seluruh kabupaten/kota di Sulsel ini dikeluarkan sebab fluktuasi kasus harian COVID-19 di Sulsel masih terjadi. Laju penyebaran virus corona di Sulsel, kata Nurdin masih perlu diwaspadai.
Sekaitan dengan penerapan skenario belajar tatap muka di sekolah untuk jenjang SD dan SMP di Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, pekan depan, gubernur juga belum memberikan persetujuan.
"Jangan dulu. Kita tunggu dulu. Inikan memang sekarang sudah terus landai. Secara umum Rt (reproduksi efektif) kita sudah 0,92, berarti sudah di bawah 1. Tetapi kita tidak boleh anggap enteng," tegas Nurdin yang ditemui di kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Nurdin meminta pemerintah setempat tidak terburu-buru menerapkan hal tersebut. Dia berharap, Pemkab Bulukumba mengkonsultasikan lebih dulu rencana ini ke Pemprov Sulsel melalui tim gugus tugas COVID-19.
"Pasti akan dikonsultasikan dulu ke kitalah," ucapnya. Nurdin khawatir, tanpa pertimbangan yang matang, skenario ini justru bisa memperburuk strategi pemerintah untuk menekan laju penularan COVID-19. Baca Juga : Kasus Positif COVID-19 di Bulukumba Bertambah 2 Orang Pascalebaran
Pertimbangannya, sekolah tatap muka berpotensi memunculkan kerumunan di sekolah, terlebih para siswa. Aktivitas kerumunan bisa memicu penyebaran virus lebih meluas jika tak ada protokol kesehatan yang ketat.
Lihat Juga :