Pelecehan Seksual ke Polwan Diproses, AKBP AA Malah Dimutasi ke Polda Maluku Utara
Minggu, 15 Oktober 2023 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
"Mutasi dan rotasi adalah proses alamiah di organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja, tour of duty dan area," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, Minggu (15/10/2023).
Kepindahan Kapolres Bolaang Mongondow Utara, menyisakan tanda tanya dan disayangkan. Pasalnya, saat ini kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mantan sesprinya, Bripda DS masih berproses di Bidang Propam Polda Sulawesi Utara.
Bripda DS melaporkan AKBP AA atas peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya, lewat sebuah surat tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Setyo Budianto. Peristiwa ini kemudian menjadi viral di sosial media.
Baca juga: Pasukan Gabungan TNI AD Siaga Perang di Perbatasan Internasional, Ada Apa?
Dalam surat tersebut, Bripda DS mengatakan, pelecehan seksual ini terjadi pada Agustus 2022. Saat itu, korban diminta untuk menghadap AKBP AA di ruangannya. Bripda DS kemudian diminta untuk duduk di depan atasannya.
Awalnya, AKBP AA hanya menanyakan soal keseharian korban di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Setelah itu, terduga pelaku kemudian berdiri dan korban ikut berdiri. Tapi tiba-tiba perwira dua bunga melati tersebut, memeluk korban dan menunjuk beberapa bagian badan korban sambil mengatakan bahwa masih berlemak.
Kepindahan Kapolres Bolaang Mongondow Utara, menyisakan tanda tanya dan disayangkan. Pasalnya, saat ini kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mantan sesprinya, Bripda DS masih berproses di Bidang Propam Polda Sulawesi Utara.
Bripda DS melaporkan AKBP AA atas peristiwa pelecehan seksual yang dialaminya, lewat sebuah surat tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Setyo Budianto. Peristiwa ini kemudian menjadi viral di sosial media.
Baca juga: Pasukan Gabungan TNI AD Siaga Perang di Perbatasan Internasional, Ada Apa?
Dalam surat tersebut, Bripda DS mengatakan, pelecehan seksual ini terjadi pada Agustus 2022. Saat itu, korban diminta untuk menghadap AKBP AA di ruangannya. Bripda DS kemudian diminta untuk duduk di depan atasannya.
Awalnya, AKBP AA hanya menanyakan soal keseharian korban di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Setelah itu, terduga pelaku kemudian berdiri dan korban ikut berdiri. Tapi tiba-tiba perwira dua bunga melati tersebut, memeluk korban dan menunjuk beberapa bagian badan korban sambil mengatakan bahwa masih berlemak.
Lihat Juga :