Nestapa Bhre Pamotan, Raja Majapahit yang Hilang Ingatan dan Berakhir Tragis
Minggu, 15 Oktober 2023 - 06:08 WIB
loading...
Kisah Bhre Pamotan, Raja Majapahit yang hilang Ingatan dan berakhir tragis. Foto/Ilustrasi/jejaktapak
A
A
A
Kisah Bhre Pamotan, raja Majapahit yang berkuasa pada 1451 - 1453 M sempat mengalami hilang ingatan menarik untuk dikulik. Terlebih, situasi politik Kerajaan Majapahit paska Perang Paregreg (1404-1406 M) mengalami pergolakan yang berkepanjangan.
Bahkan Dyah Wijayakumara atau Sri Rajasawarddhana alias Bhre Pamotan sebagai penguasa Majapahit kala itu mengalami akhir hidup yang tragis.
Pertempuran antara Wikrawardhana atau Bhre Mataram (1389-1429) dengan Bhre Wirabumi (1401-1406) menyisakan situasi kekuasaan yang tidak pernah kondusif.
Pemancungan kepala Wirabumi berujung pada konflik, perseteruan, intrik politik yang berlarut-larut di pusat kekuasaan Majapahit. Benturan antar kerabat berlangsung tak henti-henti.
Baca Juga: Kisah Bhre Wirabhumi Berkuasa di Pecahan Majapahit Bagian Timur usai Perang Paragreg
“Tidak sampai dua tahun berkuasa, di tengah konflik perebutan kekuasaan dengan putra-putra Sri Prabu Kertawijaya, Sri Rajasawarddhana hilang ingatan,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).
Dyah Wijayakumara Bhre Pamotan naik tahta setelah menggantikan Sri Prabu Kertawijaya atau Bhre Tumapel (1447-1451) yang mangkat karena terbunuh. Sesuai kitab Pararaton, jenazah Kertawijaya didarmakan di Kertawijayapura.
Bahkan Dyah Wijayakumara atau Sri Rajasawarddhana alias Bhre Pamotan sebagai penguasa Majapahit kala itu mengalami akhir hidup yang tragis.
Pertempuran antara Wikrawardhana atau Bhre Mataram (1389-1429) dengan Bhre Wirabumi (1401-1406) menyisakan situasi kekuasaan yang tidak pernah kondusif.
Pemancungan kepala Wirabumi berujung pada konflik, perseteruan, intrik politik yang berlarut-larut di pusat kekuasaan Majapahit. Benturan antar kerabat berlangsung tak henti-henti.
Baca Juga: Kisah Bhre Wirabhumi Berkuasa di Pecahan Majapahit Bagian Timur usai Perang Paragreg
“Tidak sampai dua tahun berkuasa, di tengah konflik perebutan kekuasaan dengan putra-putra Sri Prabu Kertawijaya, Sri Rajasawarddhana hilang ingatan,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).
Dyah Wijayakumara Bhre Pamotan naik tahta setelah menggantikan Sri Prabu Kertawijaya atau Bhre Tumapel (1447-1451) yang mangkat karena terbunuh. Sesuai kitab Pararaton, jenazah Kertawijaya didarmakan di Kertawijayapura.
Lihat Juga :