Pemasangan Chattra di Puncak Candi Borobudur, Kemenag Yakin Ada Titik Temu
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
"Ini memang tidak mudah karena ada banyak perspektif. Namun banyaknya perspektif justru akan memperkaya proses pemasangan chattra. Yang penting ada diskusi yang terbuka dan produktif. Tak hanya dari aspek arkeologis tapi juga melibatkan spritualitas umat Buddha," ujarnya di Magelang.
Baca juga: Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
https://daerah.sindonews.com/read/919467/29/pembangunan-candi-borobudur-dimulai-rakai-panangkaran-diselesaikan-samaratungga-1666401053
Wibowo mengapresiasi diskusi awal tentang pemasangan chattra yang mengundang langsung para arkeolog itu. Dengan cara ini, dia yakin akan mendapatkan sebuah kesepahaman bersama yang lebih konkret.
Soal anggapan bahwa komposisi sebagian kecil batu chattra adalah batu baru misalnya, bisa diuji ulang bersama. Demikian juga, jika pemasangan chattra di stupa puncak dinilai membahayakan sebagaimana pernah dilakukan Theodoor van Erp kala pemugaran tahap I (1907-1911), tentu saat ini sudah ada teknologi yang bisa menjembataninya.
"Yang jelas pemasangan chattra butuh percepatan, tentu dengan langkah terukur. Harapannya rencana besar ini tak hanya jadi angan-angan, tapi legacy yang baik bagi umat Buddha Indonesia dan dunia," tandasnya.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi juga mengatakan, Kemenag tidak memosisikan adu kekuatan terkait rencana pemasangan chattra.
Baca juga: Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
https://daerah.sindonews.com/read/919467/29/pembangunan-candi-borobudur-dimulai-rakai-panangkaran-diselesaikan-samaratungga-1666401053
Wibowo mengapresiasi diskusi awal tentang pemasangan chattra yang mengundang langsung para arkeolog itu. Dengan cara ini, dia yakin akan mendapatkan sebuah kesepahaman bersama yang lebih konkret.
Soal anggapan bahwa komposisi sebagian kecil batu chattra adalah batu baru misalnya, bisa diuji ulang bersama. Demikian juga, jika pemasangan chattra di stupa puncak dinilai membahayakan sebagaimana pernah dilakukan Theodoor van Erp kala pemugaran tahap I (1907-1911), tentu saat ini sudah ada teknologi yang bisa menjembataninya.
"Yang jelas pemasangan chattra butuh percepatan, tentu dengan langkah terukur. Harapannya rencana besar ini tak hanya jadi angan-angan, tapi legacy yang baik bagi umat Buddha Indonesia dan dunia," tandasnya.
Dirjen Bimas Buddha Supriyadi juga mengatakan, Kemenag tidak memosisikan adu kekuatan terkait rencana pemasangan chattra.
Lihat Juga :