Kisah Abah Guru Sekumpul Bertemu Nabi Muhammad SAW saat Ziarah di Madinah
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesaksiannya, pintu makam Rasullah itu ternyata berlapis dan dindingnya hijau, dibuka dinding hijau lalu dinding kuning, kemudian dinding putih, dibuka diding putih langsung terlihat nisan Nabi Muhammad SAW.
Saat sampai di depan makam Rasullah ini, terjadi peristiwa luar biasa yang dirasakannya dan melihatmelihat batu nisanRasullah bergetar dan bergoyang-goyang hingga terlihat bergerak, dan keluarlah Rasullah.
Kemudian Abah Guru Sekumpul mencium dan memeluk kekasih Allah tersebut. Di dalam penglihatannya yang dipeluk adalah nisan.”Ini nyata dalam hidup saya, dan tidak akan pernah saya lupakan. Ini yang akan kita jaga supaya kita jangan ujub dan takabur,” kata Guru Sekumpul.
Baca Juga: 10 Pesan Abah Guru Sekumpul di Akhir Zaman, No 8 Rahasia Sunnah Nabi
Saat mengisahkan di depanmakam Nabi tersebut, mata Abah Guru Sekumpul berkaca-kaca terlihat berhenti seperti merasakan sesuatu yang sangat mengesankan hidupnya. Untuk itu, diamengajak seluruh umat Islam untuk selalu menjaga ikatan batin dengan Rasullah.
Sejak kecil dididik orangtuanya Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah. Mereka menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al-Qur'an.
Selain karamah sebagai wali allah, perjalanan hidup Abah Guru Sekumpul dimulai pada usian tujuh tahun dia menimba ilmu di madrasah di Kampung Keraton, Martapura. Sejak usia 10 tahun telah dikaruniai kassyaf hissi.
Yakni mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib. Pada usia 14 tahun ia dikaruniai futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir Qur’an.
Pada masa remajanya, Guru Sekumpul menghabiskan waktu menimba ilmu hingga ke Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Selain itu berguru kepada Syekh Falah di Bogor.
Baca Juga: Kisah Ulama Tabi'in Bermimpi Melihat Keadaan Penghuni Kubur
Saat sampai di depan makam Rasullah ini, terjadi peristiwa luar biasa yang dirasakannya dan melihatmelihat batu nisanRasullah bergetar dan bergoyang-goyang hingga terlihat bergerak, dan keluarlah Rasullah.
Kemudian Abah Guru Sekumpul mencium dan memeluk kekasih Allah tersebut. Di dalam penglihatannya yang dipeluk adalah nisan.”Ini nyata dalam hidup saya, dan tidak akan pernah saya lupakan. Ini yang akan kita jaga supaya kita jangan ujub dan takabur,” kata Guru Sekumpul.
Baca Juga: 10 Pesan Abah Guru Sekumpul di Akhir Zaman, No 8 Rahasia Sunnah Nabi
Saat mengisahkan di depanmakam Nabi tersebut, mata Abah Guru Sekumpul berkaca-kaca terlihat berhenti seperti merasakan sesuatu yang sangat mengesankan hidupnya. Untuk itu, diamengajak seluruh umat Islam untuk selalu menjaga ikatan batin dengan Rasullah.
Sejak kecil dididik orangtuanya Haji Abdul Ghani dan Hajjah Masliah binti Haji Mulya dan neneknya bernama Salbiyah. Mereka menanamkan akhlak, kedisiplinan dan pendidikan tauhid serta belajar membaca Al-Qur'an.
Selain karamah sebagai wali allah, perjalanan hidup Abah Guru Sekumpul dimulai pada usian tujuh tahun dia menimba ilmu di madrasah di Kampung Keraton, Martapura. Sejak usia 10 tahun telah dikaruniai kassyaf hissi.
Yakni mampu melihat dan mendengar apa-apa yang tersembunyi atau hal-hal ghaib. Pada usia 14 tahun ia dikaruniai futuh (pencerahan spiritual) saat membaca sebuah tafsir Qur’an.
Pada masa remajanya, Guru Sekumpul menghabiskan waktu menimba ilmu hingga ke Pesantren Datu Kalampian Bangil, Jawa Timur. Selain itu berguru kepada Syekh Falah di Bogor.
Baca Juga: Kisah Ulama Tabi'in Bermimpi Melihat Keadaan Penghuni Kubur
Lihat Juga :