Viral! Angin Mirip Puting Beliung Terbangkan Debu di Gunung Bromo, Ini Penjelasan BMKG
Selasa, 10 Oktober 2023 - 14:19 WIB
loading...
Tangkapan layar angin kencang menyerupai puting beliung di Desa Ngadas, Gunung Bromo. Foto/Ist
A
A
A
MALANG - Fenomena angin kencang beredar di wilayah kawasan Gunung Bromo . Angin kencang di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini bahkan sampai mengakibatkan tanah di perkebunan warga beterbangan.
Tiupan kencangnya angin di Desa Ngadas, Poncokusumo, ini terekam oleh kamera ponsel warga setempat dan diunggah di media sosial (medsos) TikTok @firmansyah_7474. Tampak dari video yang diunggah debu dari tanah perkebunan warga beterbangan membuat jarak pandang terbatas.
Debu itu juga membuat semacam efek puting beliung yang melingkar akibat tiupan angin kencang. Pada video berdurasi 39 detik itu suara angin juga bertiup kencang. Berdasarkan penelusuran video itu terjadi pada Minggu (8/10/2023) di kawasan Desa Ngadas, Poncokusumo.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Linda Fitrotul Muzayanah mengungkapkan, bila angin kencang menyerupai puting beliung itu disebut dust devil. Namun bedanya dengan angin puting beliung, yang diakibatkan adanya awan cumulonimbus, angin itu diakibatkan karena partikel udara yang sangat panas di atas tanah.
Baca Juga: Kerugian Akibat Kebakaran Gunung Bromo Capai Rp89,76 Miliar
Tiupan kencangnya angin di Desa Ngadas, Poncokusumo, ini terekam oleh kamera ponsel warga setempat dan diunggah di media sosial (medsos) TikTok @firmansyah_7474. Tampak dari video yang diunggah debu dari tanah perkebunan warga beterbangan membuat jarak pandang terbatas.
Debu itu juga membuat semacam efek puting beliung yang melingkar akibat tiupan angin kencang. Pada video berdurasi 39 detik itu suara angin juga bertiup kencang. Berdasarkan penelusuran video itu terjadi pada Minggu (8/10/2023) di kawasan Desa Ngadas, Poncokusumo.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Linda Fitrotul Muzayanah mengungkapkan, bila angin kencang menyerupai puting beliung itu disebut dust devil. Namun bedanya dengan angin puting beliung, yang diakibatkan adanya awan cumulonimbus, angin itu diakibatkan karena partikel udara yang sangat panas di atas tanah.
Baca Juga: Kerugian Akibat Kebakaran Gunung Bromo Capai Rp89,76 Miliar
Lihat Juga :