BATAN Bangun Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi
Selasa, 04 Agustus 2020 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
"Di tahun 2020 ini akan dilakukan 3 hal, yakni pembenahan standar operasional prosedur, pengembangan sistem informasi untuk memantau portal monitor radiasi, dan pemasangan 2 unit portal monitor radiasi," jelasnya.
Bukan tanpa kendala, pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif hasil rancang bangun BATAN, melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) ini terdapat komponen utama berupa detektor yang masih harus diimpor.
“Pada kondisi Pandemi COVID-19 global ini, proses pengadaan menjadi kendala, karena keterbatasan transportassi internasional. Dari segi pengembangan aplikasi, sistem informasi dan pengintegrasian relatif dapat diatasi," katanya.
Dengan diintegrasikannya sistem pemantauan zat radioaktif dengan sistem lainnya, maka dapat diketahui secara dini kapan suatu zat radioaktif akan keluar/masuk ke kawasan.
"Kemudian dengan penerapan sistem informasi digital, maka data base zat radioaktif di kawasan terdokumentasi dengan baik, dan yang paling penting adalah keluar masuknya zat radioaktif dapat terdeteksi dengan baik," tukasnya.
Bukan tanpa kendala, pengembangan sistem pemantauan zat radioaktif hasil rancang bangun BATAN, melalui Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) ini terdapat komponen utama berupa detektor yang masih harus diimpor.
“Pada kondisi Pandemi COVID-19 global ini, proses pengadaan menjadi kendala, karena keterbatasan transportassi internasional. Dari segi pengembangan aplikasi, sistem informasi dan pengintegrasian relatif dapat diatasi," katanya.
Dengan diintegrasikannya sistem pemantauan zat radioaktif dengan sistem lainnya, maka dapat diketahui secara dini kapan suatu zat radioaktif akan keluar/masuk ke kawasan.
"Kemudian dengan penerapan sistem informasi digital, maka data base zat radioaktif di kawasan terdokumentasi dengan baik, dan yang paling penting adalah keluar masuknya zat radioaktif dapat terdeteksi dengan baik," tukasnya.
(wib)
Lihat Juga :