Tuntut Pesangon, Pekerja Tempat Hiburan di Semarang Gelar Aksi Tutup Mata
Selasa, 04 Agustus 2020 - 06:17 WIB
loading...
A
A
A
"Padahal pemberitahuannya kita hanya untuk datang ada informasi penting yang disampaikan tapi kenyataannya kami dicPHK, dan kami tidak menerima pesangon sesuai dengan masa kerja," tutur pria asal Malang Jatim ini.
Dalam aksi tersebut, mereka juga membawa burung merpati sebagai harapan Disnakertrans Kota Semarang bisa membantu untuk mendapatkan hak-hak pekerja. Kemudian burung tersebut dilepas dan terbang ke angkasa.
"Memang selama ini kita sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, tapi tidak ada tanggapan sama sekali dan sudah dimediasi dibantu dengan pihak Disnaker. Kami menutup mata memang ini untuk menyindir mereka (perusahaan), yang tutup mata atas nasib kami," tutur Irfan.
Kepala Disnakertrans Kota Semarang Sutrisno yang menerima para pekerja tempat hiburan itu, berjanji memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan. Dengan mediasi diharapkan ditemukan solusi yang tepat bagi para pekerja sekaligus perusahaan.
"Hari ini ada beberapa karyawan dari perusahaan Varuna, memang dalam kaitan dengan acara mediasi. Sebagaimana fungsi Dinas Tenaga Kerja untuk mencari solusi antara tenaga kerja dengan Varuna yang kira-kira terdapat karyawan 300-an. Hari ini sudah diterima dan sudah membuat berita acara mediasi dan jadwal mediasi lebih lanjut," kata Sutrisno.
Dalam aksi tersebut, mereka juga membawa burung merpati sebagai harapan Disnakertrans Kota Semarang bisa membantu untuk mendapatkan hak-hak pekerja. Kemudian burung tersebut dilepas dan terbang ke angkasa.
"Memang selama ini kita sudah melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, tapi tidak ada tanggapan sama sekali dan sudah dimediasi dibantu dengan pihak Disnaker. Kami menutup mata memang ini untuk menyindir mereka (perusahaan), yang tutup mata atas nasib kami," tutur Irfan.
Kepala Disnakertrans Kota Semarang Sutrisno yang menerima para pekerja tempat hiburan itu, berjanji memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan. Dengan mediasi diharapkan ditemukan solusi yang tepat bagi para pekerja sekaligus perusahaan.
"Hari ini ada beberapa karyawan dari perusahaan Varuna, memang dalam kaitan dengan acara mediasi. Sebagaimana fungsi Dinas Tenaga Kerja untuk mencari solusi antara tenaga kerja dengan Varuna yang kira-kira terdapat karyawan 300-an. Hari ini sudah diterima dan sudah membuat berita acara mediasi dan jadwal mediasi lebih lanjut," kata Sutrisno.
(awd)
Lihat Juga :