Tersulut Dendam Lama, Satu Remaja Tewas Dikeroyok Sekelompok Remaja di Pademangan
Selasa, 04 Agustus 2020 - 03:56 WIB
loading...
Seorang remaja berinisial EM (17) tewas setelah dikeroyok dan terkena sabetan senjata tajam jenis celurit oleh sekelompok pemuda di Jalan Budi Mulia, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Foto/SINDOnews/Yohannes Tobing
A
A
A
JAKARTA - Seorang remaja berinisial EM (17) tewas setelah dikeroyok dan terkena sabetan senjata tajam jenis celurit oleh sekelompok pemuda di Jalan Budi Mulia, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Kapolres Metro Jakarta Utara , Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu (1/8/2020).
"Jadi peristiwa ini terjadi pada Sabtu 1 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 atau 11.30 malam," ujar Budhi di Mapolsek Pademangan, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Massifkan Tes PCR, DKI Temukan 489 Kasus Baru Positif Covid-19)
Dijelaskan Budhi korban EM di keroyok oleh delapan pemuda dikarenakan selisih paham dengan salah satu dari kelompok tersebut. "Awalnya mulanya, pelaku FR (17) dengan korban EM pernah punya selisih paham, jadi ini dendam di masa lalu. Kemudian pada malam kejadian salah satu pelaku ML (17) mencari teman korban bernama CN (17) melalui salah satu teman korban RD (17)," jelas Budhi.
Sesampainya di lokasi, ketiga korban EM, CN dan RD datang ke tempat saudara ML untuk menyelesaikan permasalahan. Namun nahas, niat baiknya tersebut menjadi sia-sia karena pelaku ML sudah punya niat memprovokasi teman-temannya langsung menyerang dan melukai korban.
"Sempat terjadi pengeroyokan, karena ketiga korban tidak membawa persiapan apa-apa lalu langsung kabur. Dan korban atas nama EM sempat terjatuh dan pelaku FR (17) langsung menyabet korban dengan senjata tajam dan mengenai paha kanan. Korban di bawa ke rumah sakit, namun karena kehabisan darah nyawa korban tidak tertolong," terang Budhi.
"Jadi peristiwa ini terjadi pada Sabtu 1 Agustus 2020 sekitar pukul 23.30 atau 11.30 malam," ujar Budhi di Mapolsek Pademangan, Senin (3/8/2020). (Baca juga: Massifkan Tes PCR, DKI Temukan 489 Kasus Baru Positif Covid-19)
Dijelaskan Budhi korban EM di keroyok oleh delapan pemuda dikarenakan selisih paham dengan salah satu dari kelompok tersebut. "Awalnya mulanya, pelaku FR (17) dengan korban EM pernah punya selisih paham, jadi ini dendam di masa lalu. Kemudian pada malam kejadian salah satu pelaku ML (17) mencari teman korban bernama CN (17) melalui salah satu teman korban RD (17)," jelas Budhi.
Sesampainya di lokasi, ketiga korban EM, CN dan RD datang ke tempat saudara ML untuk menyelesaikan permasalahan. Namun nahas, niat baiknya tersebut menjadi sia-sia karena pelaku ML sudah punya niat memprovokasi teman-temannya langsung menyerang dan melukai korban.
"Sempat terjadi pengeroyokan, karena ketiga korban tidak membawa persiapan apa-apa lalu langsung kabur. Dan korban atas nama EM sempat terjatuh dan pelaku FR (17) langsung menyabet korban dengan senjata tajam dan mengenai paha kanan. Korban di bawa ke rumah sakit, namun karena kehabisan darah nyawa korban tidak tertolong," terang Budhi.
Lihat Juga :