Unggahan Pandawara Grup Bikin Panas Telinga, Sekda Sukabumi Pertanyakan Parameter Pantai Terkotor
Senin, 02 Oktober 2023 - 18:47 WIB
loading...
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengecek langsung kondisi Pantai Cibutun di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, usai viral diunggah Pandawara Group sebagai pantai terkotor nomor empat di Indonesia. Foto/iNews TV/Ilham Nugraha
A
A
A
SUKABUMI - Unggahan video di media sosial tentang kondisi tumpukan sampah di Pantai Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jabar, membuat panas telinga sejumlah pihak. Dalam unggahan tersebut, Pandawara Group juga menyematkan predikat Pantai Cibutun sebagai pantai terkotor nomor empat di Indonesia.
Baca juga: Aksi Bersih-bersih Pantai Cibutun Ditolak Pemdes, Pandawara Group juga Bakal Disomasi
Dalam video viral tersebut, Pandawara Group menancapkan kertas bertuliskan "Selamat Datang di Pantai Terkotor No. 4 di Indonesia." Namun, predikat ini menjadi pertanyaan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengungkapkan keraguan tentang penentuan standar yang digunakan untuk memberikan predikat "terkotor nomor 4". Ade menyoroti bahwa biasanya untuk penetapan peringkat, terdapat parameter yang menjadi dasar penilaian. Namun, dalam kasus ini, parameternya tidak terdefinisi dengan baik.
Baca juga: Terombang-ambing di Perairan Tagulandang, 15 ABK Berhasil Diselamatkan
"Itu kan nggak ngerti juga. Kan namanya terkotor nomor empat itu kan harus ada standarnya. Kita jadi juara 1, juara 3 biasanya ada standarnya. Mereka menetapkan itu gimana. Kita juga kan nggak ngerti," ucap Ade Suryaman, Senin (2/10/23).
Baca juga: Aksi Bersih-bersih Pantai Cibutun Ditolak Pemdes, Pandawara Group juga Bakal Disomasi
Dalam video viral tersebut, Pandawara Group menancapkan kertas bertuliskan "Selamat Datang di Pantai Terkotor No. 4 di Indonesia." Namun, predikat ini menjadi pertanyaan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengungkapkan keraguan tentang penentuan standar yang digunakan untuk memberikan predikat "terkotor nomor 4". Ade menyoroti bahwa biasanya untuk penetapan peringkat, terdapat parameter yang menjadi dasar penilaian. Namun, dalam kasus ini, parameternya tidak terdefinisi dengan baik.
Baca juga: Terombang-ambing di Perairan Tagulandang, 15 ABK Berhasil Diselamatkan
"Itu kan nggak ngerti juga. Kan namanya terkotor nomor empat itu kan harus ada standarnya. Kita jadi juara 1, juara 3 biasanya ada standarnya. Mereka menetapkan itu gimana. Kita juga kan nggak ngerti," ucap Ade Suryaman, Senin (2/10/23).
Lihat Juga :