Sejarah Kadipaten Pakualaman: Wilayah, Pembentukan, dan Daftar Penguasa
Senin, 02 Oktober 2023 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurut versi lain, pengepungan dimulai pada 20 Juni 1812 dan pada 28 Juni 1812, istana sepenuhnya jatuh ke tangan Inggris.
Pada tanggal itu juga, Sultan HB II untuk kedua kalinya diberhentikan, dan HB III kembali dinobatkan sebagai Sultan Jogja.
Pertempuran mengakibatkan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat harus menyerahkan sebagian daerah kekuasaan kepada Pangeran Notokusumo, yang kemudian menjadi Pangeran Adipati Paku Alam I pada 29 Juni 1813.
Dia diberikan tanah, tunjangan, tentara kavaleri, hak memungut pajak, dan tahta turun-temurun.
Setelah memerintah selama 16 tahun, Paku Alam I wafat pada tahun 1829 dan digantikan oleh putranya, Pangeran Suryadiningrat, dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Suryadiningrat pada 18 Desember 1829.
Setelah menandatangani Kontrak Politik dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda, ia dikukuhkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam II.
Kadipaten Pakualaman pada masa lalu memerintah wilayah di sekitar Pura Pakualaman dan Kecamatan Pakualaman.
Wilayah kekuasaannya meliputi Kabupaten Adikarto (sekarang bagian selatan Kabupaten Kulon Progo), Karang Kemuning, Parakan, sebagian Bagelen, dan Klaten.
Namun, setelah kekalahan Diponegoro dalam Perang Jawa pada 1830, Pakualaman harus menyerahkan wilayah mancanegara kepada Belanda.
Akibatnya, wilayah Pakualaman menyusut menjadi Kabupaten Kota Pakualaman dan Adikarto.
Kabupaten Adikarto kemudian digabung dengan Kulon Progo pada tahun 1951, yang saat itu merupakan wilayah Kasultanan Yogyakarta.
Setelah penyerahan wilayah mancanegara pada tahun 1830, Pakualaman menjadi monarki dengan wilayah terkecil di antara tiga pecahan Mataram lainnya.
1. Pangeran Notokusuma (Paku Alam I)
2. Raden Tumenggung Hadiningrat (Paku Alam II)
3. Pangeran Sasraningrat (Paku Alam III)
4. Raden Mas Nataningrat (Paku Alam IV)
5. Pangeran Suryadilaga (Paku Alam V)
6. Pangeran Notokusumo (Paku Alam VI)
7. Dewan Perwakilan Pakualaman
8. Raden Mas Haryo Surarjo (Paku Alam VII)
9. Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno (Paku Alam VIII)
10. Raden Mas Haryo Ambarkusumo (Paku Alam IX)
11. Raden Mas Wijoseno Hario Bimo (Paku Alam X)
Pada tanggal itu juga, Sultan HB II untuk kedua kalinya diberhentikan, dan HB III kembali dinobatkan sebagai Sultan Jogja.
Pembentukan Kadipaten Pakualaman
Pertempuran mengakibatkan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat harus menyerahkan sebagian daerah kekuasaan kepada Pangeran Notokusumo, yang kemudian menjadi Pangeran Adipati Paku Alam I pada 29 Juni 1813.
Dia diberikan tanah, tunjangan, tentara kavaleri, hak memungut pajak, dan tahta turun-temurun.
Setelah memerintah selama 16 tahun, Paku Alam I wafat pada tahun 1829 dan digantikan oleh putranya, Pangeran Suryadiningrat, dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Suryadiningrat pada 18 Desember 1829.
Setelah menandatangani Kontrak Politik dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda, ia dikukuhkan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam II.
Wilayah Kadipaten Pakualaman
Kadipaten Pakualaman pada masa lalu memerintah wilayah di sekitar Pura Pakualaman dan Kecamatan Pakualaman.
Wilayah kekuasaannya meliputi Kabupaten Adikarto (sekarang bagian selatan Kabupaten Kulon Progo), Karang Kemuning, Parakan, sebagian Bagelen, dan Klaten.
Namun, setelah kekalahan Diponegoro dalam Perang Jawa pada 1830, Pakualaman harus menyerahkan wilayah mancanegara kepada Belanda.
Akibatnya, wilayah Pakualaman menyusut menjadi Kabupaten Kota Pakualaman dan Adikarto.
Kabupaten Adikarto kemudian digabung dengan Kulon Progo pada tahun 1951, yang saat itu merupakan wilayah Kasultanan Yogyakarta.
Setelah penyerahan wilayah mancanegara pada tahun 1830, Pakualaman menjadi monarki dengan wilayah terkecil di antara tiga pecahan Mataram lainnya.
Daftar Penguasa Kadipaten Pakualaman
1. Pangeran Notokusuma (Paku Alam I)
2. Raden Tumenggung Hadiningrat (Paku Alam II)
3. Pangeran Sasraningrat (Paku Alam III)
4. Raden Mas Nataningrat (Paku Alam IV)
5. Pangeran Suryadilaga (Paku Alam V)
6. Pangeran Notokusumo (Paku Alam VI)
7. Dewan Perwakilan Pakualaman
8. Raden Mas Haryo Surarjo (Paku Alam VII)
9. Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno (Paku Alam VIII)
10. Raden Mas Haryo Ambarkusumo (Paku Alam IX)
11. Raden Mas Wijoseno Hario Bimo (Paku Alam X)
(okt)
Lihat Juga :