Kobaran Api Membakar Lahan di Puncak Darma Ciletuh Sukabumi, Begini Penampakannya
Sabtu, 30 September 2023 - 23:55 WIB
loading...
Kobaran api membakar lahan di Puncak Darma, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/9/2023). Foto/MPI/Ilham Nugraha
A
A
A
SUKABUMI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Puncak Darma, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/9/2023). Kobaran api merembet ke area Ciletuh Palabuhanratu Global Geopark (CPUGGp).
Baca juga: Kobaran Api Melalap Hutan Pinus Malino hingga Menimbulkan Asap Pekat
Titik api mulai terlihat pada pukul 14:00 WIB. Kobaran api terus membesar hingga malam. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan karhutla, namun terkendala oleh kondisi lahan yang curam.
Kepala Desa Girimukti, Akung Samsudin membenarkan kejadian kebakaran itu. Dia mengaku petugas pemdam kebakaran beserta unsur desa masih melakukan pemadaman. "Betul, informasi awal kebakaran terjadi pada pukul 14.00 WIB. Tetapi karena lokasinya curam, sehingga menyulitkan proses pemadaman," ujarnya.
Baca juga: Siasat Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto Habisi Gerakan 30 September 1965
Kobaran api itu membakar lahan dataran tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh. Bukit di Puncak Darma, berada di ketinggian 230 meter di atas permukaan laut (mpdl), membuat api terlihat jelas di perkampungan berdekatan dengan pantai.
![Kobaran Api Membakar Lahan di Puncak Darma Ciletuh Sukabumi, Begini Penampakannya]()
"Kurang lebih membakar areal seluas tiga hektare. Untuk memastikan api dari mana, masih menunggu dan penangan kebakaran dari damkar terlebih dahulu," jelas Akung Samsudin.
Baca juga: Pemotor Ghaib Bikin Geger, Melaju Kencang di Suramadu Tanpa Pegang Stang Kemudi
Sementara itu, Kasi Kesra Desa Girimukti, Andri mengaku, kobaran api yang begitu besar dapat ditangani walapun tidak seutuhnya padam karena sulit dijangkau. "Sudah dapat dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Tapi masih terus dipantau lantaran ditakutkan api kembali membesar," tuturnya.
Baca juga: Kobaran Api Melalap Hutan Pinus Malino hingga Menimbulkan Asap Pekat
Titik api mulai terlihat pada pukul 14:00 WIB. Kobaran api terus membesar hingga malam. Petugas gabungan terus berupaya memadamkan karhutla, namun terkendala oleh kondisi lahan yang curam.
Kepala Desa Girimukti, Akung Samsudin membenarkan kejadian kebakaran itu. Dia mengaku petugas pemdam kebakaran beserta unsur desa masih melakukan pemadaman. "Betul, informasi awal kebakaran terjadi pada pukul 14.00 WIB. Tetapi karena lokasinya curam, sehingga menyulitkan proses pemadaman," ujarnya.
Baca juga: Siasat Pangkostrad Mayjen TNI Soeharto Habisi Gerakan 30 September 1965
Kobaran api itu membakar lahan dataran tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh. Bukit di Puncak Darma, berada di ketinggian 230 meter di atas permukaan laut (mpdl), membuat api terlihat jelas di perkampungan berdekatan dengan pantai.

"Kurang lebih membakar areal seluas tiga hektare. Untuk memastikan api dari mana, masih menunggu dan penangan kebakaran dari damkar terlebih dahulu," jelas Akung Samsudin.
Baca juga: Pemotor Ghaib Bikin Geger, Melaju Kencang di Suramadu Tanpa Pegang Stang Kemudi
Sementara itu, Kasi Kesra Desa Girimukti, Andri mengaku, kobaran api yang begitu besar dapat ditangani walapun tidak seutuhnya padam karena sulit dijangkau. "Sudah dapat dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Tapi masih terus dipantau lantaran ditakutkan api kembali membesar," tuturnya.
(eyt)
Lihat Juga :