Makassar Butuh Shelter untuk Penertiban dan Pembinaan Pak Ogah
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:25 WIB
loading...
Fenomenan pengatur lalu lintas liar alias Pak Ogah yang semakin menjamur menjadi problematika klasik di Kota Makassar yang tidak kunjung tuntas. Foto/SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - DPRD Kota Makassar mendesak pemerintah kota alias pemkot menyediakan shelter atau penampungan sementara untuk pengatur lalu lintas liar alias Pak Ogah . Keberadaan shelter ini penting dalam upaya penertiban dan pembinaan Pak Ogah yang kian menjamur di Kota Makassar, Sulsel.
Hingga kini, Dinas Sosial (Dinsos) Makassar belum juga menyediakan shelter untuk Pak Ogah. Alhasil, upaya penindakan tidak bisa berjalan efektif. Musababnya, setelah ditertibkan oleh Dinsos dan Satpol PP, mereka kembali dilepas. Tidak ada pembinaan bagi mereka untuk mendapatkan keterampilan agar tak lagi menjadi Pak Ogah.
Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Makassar Rumuskan Solusi Penanganan Pak Ogah
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, mengatakan keberadaan shelter mendesak sebagai solusi penanganan fenomena Pak Ogah. "Yang seperti ini tidak usah ditanya, harus memang disiapkan tempat pembinaan bagi Pak Ogah," ujar legislator dari Fraksi Golkar ini, Senin (3/8/2020).
Ia optimistis keberadaan shelter bisa menekan jumlah Pak Ogah di Makassar. Toh, bila mereka dibina lalu diberikan keterampilan khusus, maka mereka pastinya tak akan lagi turun ke jalan untuk menjadi pengatur lalu lintas liar. Selama ini, banyak anak-anak terjebak jadi Pak Ogah karena tak punya keterampilan lain untuk bekerja.
Wahab melanjutkan selama ini cukup banyak laporan masyarakat yang masuk ke dewan terkait Pak Ogah yang meresahkan pengguna jalan. Olehnya itu, pemerintah didorongnya untuk segera mencari solusi atas permasalahan klasik yang tak kunjung tuntas tersebut.
Pendapat serupa disuarakan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar Abdi Asmara. "Nah ini memang belum ada solusi, padahal kita di DPRD siap mendukung. Dari sisi penganggaran kita siap di banggar karena selama inikan mereka hanya ditangkap kemudian dilepaskan begitu saja," terang legislator dari Fraksi Demokrat ini.
Hingga kini, Dinas Sosial (Dinsos) Makassar belum juga menyediakan shelter untuk Pak Ogah. Alhasil, upaya penindakan tidak bisa berjalan efektif. Musababnya, setelah ditertibkan oleh Dinsos dan Satpol PP, mereka kembali dilepas. Tidak ada pembinaan bagi mereka untuk mendapatkan keterampilan agar tak lagi menjadi Pak Ogah.
Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Makassar Rumuskan Solusi Penanganan Pak Ogah
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, mengatakan keberadaan shelter mendesak sebagai solusi penanganan fenomena Pak Ogah. "Yang seperti ini tidak usah ditanya, harus memang disiapkan tempat pembinaan bagi Pak Ogah," ujar legislator dari Fraksi Golkar ini, Senin (3/8/2020).
Ia optimistis keberadaan shelter bisa menekan jumlah Pak Ogah di Makassar. Toh, bila mereka dibina lalu diberikan keterampilan khusus, maka mereka pastinya tak akan lagi turun ke jalan untuk menjadi pengatur lalu lintas liar. Selama ini, banyak anak-anak terjebak jadi Pak Ogah karena tak punya keterampilan lain untuk bekerja.
Wahab melanjutkan selama ini cukup banyak laporan masyarakat yang masuk ke dewan terkait Pak Ogah yang meresahkan pengguna jalan. Olehnya itu, pemerintah didorongnya untuk segera mencari solusi atas permasalahan klasik yang tak kunjung tuntas tersebut.
Pendapat serupa disuarakan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar Abdi Asmara. "Nah ini memang belum ada solusi, padahal kita di DPRD siap mendukung. Dari sisi penganggaran kita siap di banggar karena selama inikan mereka hanya ditangkap kemudian dilepaskan begitu saja," terang legislator dari Fraksi Demokrat ini.
Lihat Juga :