Polisi Olah TKP Ulang Usut Penyebab Kebakaran di Dinkes Sulsel
Senin, 03 Agustus 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui kebakaran di Kantor Dinkes Sulsel mengakibatkan sejumlah ruangan, khususnya di lantai dua, ludes dilalap api. Termasuk ruangan kepala dinas kesehatan Ichsan Mustari, ruang pertemuan, ruang perencanaan keuangan dan farmasi pun habis terbakar. Sejumlah data penting dilaporkan ikut terbakar.
Sedikitnya 30 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan Si Jago Merah. Kebakaran itu sendiri mulai terjadi pada pukul 05.34 Wita dan baru berhasil dipadamkan sekira pukul 08.00 Wita. Nahasnya, kebakaran kembali terjadi keesokan harinya, dimana api diduga muncul dari sisa-sisa material yang masih menyimpan hawa panas.
Baca Juga: Kantor Dinkes Sulsel Terbakar, Warga : Terbakarmi Corona Juga
Kepala Bidang Pengendalian Operasi Damkar Kota Makassar, Hasanuddin, menyebut sisa kebakaran yang kembali memunculkan api adalah rak besi penyimpanan berkas-berkas. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.40 Wita setelah dua mobil pemadam diterjunkan.
"Penyebabnya bahan-bahan yang bekas terbakar semestinya langsung diurai, seperti rak besi dan bahan-bahan yang menyimpan panas dipisahkan dengan bahan lainnya yang mudah terbakar," ungkap Hasanuddin.
Sedikitnya 30 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan Si Jago Merah. Kebakaran itu sendiri mulai terjadi pada pukul 05.34 Wita dan baru berhasil dipadamkan sekira pukul 08.00 Wita. Nahasnya, kebakaran kembali terjadi keesokan harinya, dimana api diduga muncul dari sisa-sisa material yang masih menyimpan hawa panas.
Baca Juga: Kantor Dinkes Sulsel Terbakar, Warga : Terbakarmi Corona Juga
Kepala Bidang Pengendalian Operasi Damkar Kota Makassar, Hasanuddin, menyebut sisa kebakaran yang kembali memunculkan api adalah rak besi penyimpanan berkas-berkas. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.40 Wita setelah dua mobil pemadam diterjunkan.
"Penyebabnya bahan-bahan yang bekas terbakar semestinya langsung diurai, seperti rak besi dan bahan-bahan yang menyimpan panas dipisahkan dengan bahan lainnya yang mudah terbakar," ungkap Hasanuddin.
(tri)
Lihat Juga :