alexa snippet

Polisi Pastikan 15 Begal Sadis di Bandung Anggota Geng Motor XTC

Polisi Pastikan 15 Begal Sadis di Bandung Anggota Geng Motor XTC
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo memastikan 15 begal sadis yang ditangkap merupakan anggota Geng Motor XTC. Foto Dok SINDOnews
A+ A-
BANDUNG - Polisi berhasil tangkap komplotan begal di Bandung, dari 15 orang pelaku yang ditangkap 10 orang lainnya pelaku masih di bawah umur. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku tersebut dan memastikan jika para pelaku ini tergabung dalam kelompok geng motor.

"Mereka ini anggota geng motor XTC. Tapi saat aksi mereka melepas atributnya," jelas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo kepada wartawan, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (30/5/2017).

Sebelum melakukan aksinya, para pelaku ini kerap menenggak minuman keras (miras) untuk menambah keberaniannya. "Didahului dengan menenggak miras dan obat-obatan terlarang. Kemudian nongkrong di Taman Flexi, kemudian bergerak mencari sasaran," jelasnya.

Dalam satu hari, komplotan begal ini bisa melakukan aksinya di beberapa lokasi di Kota Bandung. "Dalam satu hari bisa 4 TKP," ucapnya.

Dalam setiap aksinya, komplotan begal ini terbilang sadis, pasalnya beberapa korban diantaranya pernah mengalami luka bacok. Semua korbannya tak ditanya saat mengambil barangnya, langsung dilakukan pembacokan, setelah itu langsung diambil barangnya," jelasnya.

Dari empat pelaku dewasa, satu orang adalah perempuan bernama Keke Andini Mutiara (25). Keke berperan sebagai penadah yang menampung dan menjual barang-barang hasil kejahatan kelompok begal tersebut.

Sedang para pelaku kejahatan berusia dewasa lainnya yakni Diar Johar alias Iyay (21), Loudy Satriane (22), dan Achmad Ihsan (20) dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.

Sedang 10 pelaku di bawah umur lainnya yakni MIM (17), RBB (17), ET (16), RSAS (17), RF (16), AR (15), DA (17), TYT (17), MRH (16), dan IK (15). "Pelaku anak di bawah umur kita titipkan di Lapas Anak Sukamiskin," timpalnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, mengingat 10 pelaku dalam komplotan begal ini merupakan anak di bawah umur yang sebagian masih mengenyam bangku sekolah.

Untuk itu, selain penegakan hukum, polisi juga akan melakukan tindakan preventif dengan mendatangi tiap-tiap sekolah dan melakukan imbauan dalam kegiatan upacara sekolah.

"Kapolsek dan jajaran termasuk saya menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah, dan memberikan edukasi tentang pelarangan mengikuti geng motor, menggunakan miras, dan narkoba. Jangan sampai pelajar kita jadi korban atau ikut terlibat dalam kejahatan ini," tuturnya.  



(sms)
loading gif
Top