Sejarah Kerajaan Kutai: Asal-usul, Masa Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan

Jum'at, 22 September 2023 - 12:12 WIB
loading...
Sejarah Kerajaan Kutai:...
Prasasti Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kuta. Foto/Dok. Kebudayaan Kemdikbud RI
A A A
JAKARTA - Kerajaan Kutai adalah salah satu kerajaan Hindu tertua yang pernah berdiri di wilayah Nusantara, tepatnya di wilayah Kalimantan Timur, Indonesia.

Kerajaan ini memiliki sejarah panjang yang menggambarkan kejayaan dan peran pentingnya dalam perkembangan peradaban di Nusantara. Sejarah panjang kerajaan Kutai diperkuat adanya tujuh prasasti yang ditemukan.

Sejarah Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutai memiliki akar sejarah yang sangat tua, bahkan sebelum abad ke-4 Masehi. Pada abad ke-4 Masehi, Kerajaan Kutai dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di wilayah Kalimantan Timur.

Menurut informasi yang didapat dari salah satu prasasti Kerajaan Kutai yang ditemukan, yakni Prasasti Yupa menjelaskan bahwa Raja Kudungga yang dikenal sebagai pendiri kerajaan Kutai adalah dirinya.

Baca Juga Mulawarman, Raja Kharismatik yang Membawa Kejayaan Kutai

Disebutkan juga bahwa Kudungga memiliki seorang anak laki-laki bernama Asmawarman yang kemudian memerintah sebagai raja kedua Kerajaan Kutai.

Asmawarman mempunyai tiga putra, di antaranya adalah Mulawarman, yang akhirnya memegang tahta sebagai raja dan berhasil membawa Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaannya.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai


Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaannya. Raja ini dikenal sebagai sosok yang baik hati dan kuat.

Raja Mulawarman mengadakan upacara besar dengan persembahan ribuan ekor lembu untuk kaum Brahmana di tempat suci Waprakeswara. Upacara besar ini menggabungkan unsur Hindu dan budaya Indonesia.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Aceh: Asal-usul, Kejayaan, Keruntuhan, hingga Daftar Raja

Mulawarman juga menerapkan upacara Vratyastoma untuk naik ke kasta Ksatria, menunjukkan tingginya kemampuan intelektualnya.

Di masa pemerintahannya, ekonomi kerajaan berkembang pesat, terutama sektor pertanian dan perdagangan. Ini karena letak geografisnya yang strategis, seperti terungkap dalam Prasasti Yupa.

Terkait keberhasilan Mulawarman dalam menyejahterakan rakyatnya, bukti tercermin di prasasti Yupa serta dalam aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang mendukung masa kejayaan Kerajaan Kutai.

Pada aspek sosial, kala itu muncul golongan terdidik yang menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Golongan tersebut dikenal sebagai Brahmana dan Ksatria.

Ksatria berasal dari kerabat raja Mulawarman. Hal ini dibuktikan melalui upacara pemberkatan bagi mereka yang memeluk agama Hindu.

Sedangkan di aspek politik, pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, stabilitas politik di Kerajaan Kutai terjaga dengan baik, dan sistem politiknya menjadi kekuatan dominan yang mempengaruhi.

Baca Juga Kisah Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno Akibat Erupsi Gunung Merapi dan Pemberontakan

Prasasti Yupa mencatat bahwa Raja Mulawarman memiliki kekuasaan yang besar dan kuat, sekaligus bijaksana dalam tindakannya.

Selanjutnya, dari aspek ekonomi adalah sistem penarikan hadiah diterapkan untuk pedagang luar yang ingin berdagang di kerajaan ini, mirip dengan pajak modern, memberikan pemasukan tambahan bagi Kerajaan Kutai.

Dalam aspek agama pun kejayaan Kerajaan Kutai sangat terasa. Kerajaan Kutai sangat menganut keyakinan leluhur. Hal ini terlihat dalam prasasti Yupa, yang merupakan peninggalan zaman Megalitikum.

Di samping itu, terdapat punden berundak, menhir, dan tempat pemujaan bernama Waprakeswara. Raja Kutai menganut agama Hindu Siwa dengan pengaruh brahmana, sementara rakyat memiliki kebebasan dalam memilih aliran Hindu.

Namun, masa kejayaan Kutai era Mulawarman tidak berlangsung lama setelah kematiannya dan pergantian pemimpin yang berujung pada keruntuhan kerajaan tersebut.

Keruntuhan Kerajaan Kutai


Seperti banyak kerajaan kuno lainnya, Kerajaan Kutai juga mengalami masa-masa sulit. Serangan dari berbagai kekuatan asing serta perang saudara melemahkan pada akhirnya membawa kerajaan ini pada periode kemunduran.

Baca Juga Sejarah Kerajaan Majapahit: Asal-usul, Tokoh Penting, Kejayaan, Keruntuhan, hingga Peninggalan

Terlebih, setelah Mulawarman, nasib Kerajaan Kutai mengalami ketidakpastian. Kerajaan Kutai Martapura akhirnya runtuh setelah ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai yang menganut Islam pada tahun 1635.

Raja terakhir Kerajaan Kutai, Maharaja Dharma Setia, gugur dalam pertempuran melawan Pangeran Sinum Panji Mendapa dari Kesultanan Kutai.

Sejak itu, wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Martapura menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Meskipun demikian, sejarah Kutai juga mencatat periode rekonsiliasi, di mana masyarakatnya berhasil mendamaikan perbedaan dan membangun kembali kejayaan yang pernah dimilikinya.

Peninggalan Kerajaan Kutai


Kerajaan Kutai dikenal dengan prasasti terkenal berupa tujuh Yupa. Prasasti tersebut berisi sejarah keluarga kerajaan dan ditulis dalam huruf Pallawa berbahasa Sansekerta. Yupa berbentuk tugu setinggi satu meter dan tertanam di tanah seperti tiang.

Prasasti Yupa dan enam prasasti lainnya adalah artefak bersejarah dari kerajaan kuno di Indonesia, berfungsi untuk memperkenalkan dan memiliki fungsi lain seperti tiang dan simbol kebesaran.

Isi ketujuh prasasti Kerajaan Kutai yang diterjemahkan oleh para ahli telah diidentifikasi. Berikut informasinya:

- Berisi silsilah raja yang pernah menjadi pemimpin dan memerintah kerajaan dengan kekuasaan tertinggi di Kutai.

- Kudungga Ayah dari Aswawarman yang seperti dewa matahari menumbuhkan keluarga.

- Aswawarman memiliki tiga putra, salah satunya Mulawarman, raja yang baik, kuat, dan kuasa.

- Sang Mulawarman telah mengadakan selamatan, mengadakan korban, maka didirikanlah tugu oleh para Brahmana.

- Kerajaan Kutai terletak di wilayah yang sangat strategis, yakni pada hilir sungai Mahakam yang dahulu disebut dengan muara kaman.

- Aswawarman disebut sebagai pendiri kerajaan, selain itu Aswawarman juga diberi gelar yakni Wangsakerta.

- Wilayah Kutai yang tertulis di dalam prasasti meliputi seluruh wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya.

- Cerita kehidupan di Kutai, sangat aman, tenteram dan masyarakat dalam kondisi yang sejahtera.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasat Resnarkoba Polres...
Kasat Resnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Kasus Narkotika
Bareskrim Turun Tangan...
Bareskrim Turun Tangan Usut Kasus Kasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Hotel Legendaris Ini...
Hotel Legendaris Ini Hidupkan Kembali Identitas Historis dan Nilai Budaya Yogyakarta
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Kasus Gratifikasi di...
Kasus Gratifikasi di Kukar, KPK Panggil Japto S Soerjosoemarno hingga Rita Widyasari
Rekomendasi
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved