alexametrics

Gawat! Tugu Antikorupsi Riau yang Diresmikan Ketua KPK Juga Dikorupsi

loading...
Gawat! Tugu Antikorupsi Riau yang Diresmikan Ketua KPK Juga Dikorupsi
Ketua KPK, Jaksa Agung, dan sejumlah pejabat berselfie ria di tugu antikorupsi Riau pada 9 Dsember 2016. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
PEKANBARU -



Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyatakan ada dugaan kuat tuga anti korupsi atau juga dikenal dengan nama Taman Tunjuk Ajar Integritas terindikasi dikorupsi. Padahal, tugu tersebut diresmikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.



Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Sugeng Riyanta mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami keterlibat pihak-pihak yang menggerogoti uang negara dalam pembangunan fisik tugu yang berdiri di lahan eks Kantor Dinas PU (Prasarana Umum) Riau.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, telah diperoleh bukti permulaan adanya tindak pidana korupsi di tugu intregritas,"tegas Sugeng Rabu (27/4/2017).

Tugu antikorupsi ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani dan diresmikan saat Hari Antikorupsi Internasional (HAKI) pada 9 Desember 2016. Tugu yang juga di sekilingnya ada taman bermain ini, menelan dana Rp8 miliar. Proyeknya dikerjakan oleh Dinas PU Riau.

Peresmian tugu antikorupsi sendiri langsung dipimpin Ketua KPK, Agus Rahardjo di dampingi Jaksa Angung Prasetyo. Dipilihnya Riau sebagai tuan rumah HAKI waktu itu, karena Gubernur Riau tiga kali berturut-turut ditangkap KPK terkait kasus korupsi berjamaah. Mereka adalah Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun.

Pembangunan tugu antikorupsi ini diinisiasi oleg Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Andi-julukan akrab Arsyadjuliandi sering disebut terlibat kasus korupsi berjamaah SKK Migas yang saat ini masih ditangani komisi anti rasuah itu.

Selain tugu antikorupsi, Kejati Riau juga membidik pembangunan RTH lainnya yang berada di Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. Pembangunan eks taman bermain Kaca Mayang ini menelan dana Rp6 miliar. Semua RTH ini memakai dana APBD Riau. "Untuk tersangka ke dua RTH itu akan ditetapkan setelah pemeriksaan alat bukti cukup,"tandasnya.
(pur)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak