Kisah Putra Prabu Siliwangi Menghadapi 15 Kali Peperangan di Kerajaan Pajajaran

Rabu, 13 September 2023 - 05:59 WIB
loading...
Kisah Putra Prabu Siliwangi...
Prabu Siliwangi berhasil membawa Kerajaan Pajajaran ke puncak kemasyhuran. Kepemimpinannya diteruskan oleh sang anak, Surawisesa. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
PRABU SILIWANGI berhasil membawa Kerajaan Pajajaran ke puncak kemasyhuran. Kepemimpinannya diteruskan oleh sang anak, Surawisesa setelah Prabu Siliwangi mangkat.

Sayang bukannya meneruskan kegemilangan sang ayah, Surawisesa harus menghadapi sejumlah ujian begitu besar sewaktu bertahta di Sunda Pakuan, ibukota Pajajaran.

Baca juga: Kisah Kesaktian Prabu Siliwangi Mengalahkan Macan Putih

Tercatat selama 14 tahun bertakhta ada 15 kali peperangan yang terjadi di pemerintahan Surawisesa. Hal ini membuat Surawisesa lebih sibuk dibandingkan ayahnya untuk mempertahankan kedaulatan negeri Pajajaran.

Saleh Danasasmita pada "Melacak Sejarah Pakuan Pajajaran dan Prabu Siliwangi", menyebut, Surawisesa hidup sezaman dengan Sultan Trenggono di Kesultanan Demak.

Namanya hanya terdapat dalam Carita Parahiyangan, tetapi tidak disebutkan di Prasasti Batutulis yang dibuat olehnya.

Semasa memerintah Surawisesa dapat disebut lelah lahir batin. Selama menjabat sebagai susuhunan, negaranya terancam terus-menerus oleh peperangan. Beliau dinobatkan jadi raja pada tahun 1522, dan hanya tenang selama empat tahun pertama.

Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi, Buyutnya Dihadang dan Dibunuh Gajah Mada di Perang Bubat

Pada tahun 1526, Surawisesa harus sudah menghadapi musuh di Banten yang kemudian merebak tak habis-habisnya. Portugis berjanji akan membantu Pajajaran tetapi tidak muncul-muncul.

Mereka baru datang pada tahun 1527 ketika pelabuhan Kalapa sudah dirampas dan pesisir utara sudah direbut oleh musuh.

Pelabuhan-pelabuhan Sunda sudah tidak mampu memberikan penghasilan apa pun bagi negara. Bahkan mereka berbalik arah ancaman baru terhadap pusat kerajaan.

Raja-raja di daerah memanfaatkan kekacauan, lalu memberontak dan ingin melepaskan diri dari pusat. Negara warisan Sri Baduga menjadi acak-acakan dan terancam runtuh.

Padahal keberhasilannya menjadi Susuhunan Pajajaran diraih dengan cara tak elok, memaksa dan melangkahi para saudara yang lebih tua dan yang lebih berhak.

Pembesar Pajajaran pun umumnya tidak setuju dengan pengangkatannya jadi susuhunan Pajajaran. Mereka menerima karena terpaksa.

Pada sisi ini, secara manusiawi, rasa malu, perasaan perih dan sakit hati, rasa bersalah, karena tak mampu memegang amanat mempertahankan pusaka warisan leluhur.

Rasa kecewa dan perasaan hormat kepada orang tua yang telah mewariskan pusaka, bercampur aduk sehingga menjadikan batinnya tersiksa.

Dapat dipahami jika nama Prabu Surawisesa sendiri tidak dicantumkan dalam prasasti. Sakakala itu adalah tanda taubat, pengakuan ketidakberdayaan diri, pengakuan terhadap keagungan sang ayah almarhum seraya meminta perlindungan kegaiban beliau.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Rekomendasi
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved