Jerit Pelaku UMKM di Lembang Terancam Bangkrut Akibat Pandemi COVID-19
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 13:14 WIB
loading...
A
A
A
Disinggung biaya operasional yang mesti disiapkan untuk bertahan beroperasi, warga asli Cikole Lembang ini mengemukakan, dalam sebulan harus menyiapkan budget hingga Rp35 juta. Rinciannya, Rp30 juta untuk karyawan, Rp2 juta untuk bayar listrik, dan Rp3 juta untuk hal tak terduga.
"Minimalnya segitu untuk bisa bertahan operasional, tapi itu juga di luar bahan baku biji kopi dan perawatan luwak yang ada biaya khusus," ujar Sujud.
Untuk bertahan, Sujud menuturkan, terpaksa menjual sebagian aset pribadi. Hal itu untuk menutupi biaya pendidikan anak dan keperluan rumah tangga sehari-hari.
Sujud berharap pemerintah bisa memberikan suntikan modal untuk memperpanjang usahanya. "Pemerintah belum ada bantu permodalan, padahal di berita gembar-gembornya presiden telah menginstruksikan UMKM dibantu. Tapi di lapangan belum ada, sementara sektor ini kan benar-benar terpukul karena COVID-19," pungkas Sujud.
"Minimalnya segitu untuk bisa bertahan operasional, tapi itu juga di luar bahan baku biji kopi dan perawatan luwak yang ada biaya khusus," ujar Sujud.
Untuk bertahan, Sujud menuturkan, terpaksa menjual sebagian aset pribadi. Hal itu untuk menutupi biaya pendidikan anak dan keperluan rumah tangga sehari-hari.
Sujud berharap pemerintah bisa memberikan suntikan modal untuk memperpanjang usahanya. "Pemerintah belum ada bantu permodalan, padahal di berita gembar-gembornya presiden telah menginstruksikan UMKM dibantu. Tapi di lapangan belum ada, sementara sektor ini kan benar-benar terpukul karena COVID-19," pungkas Sujud.
(awd)
Lihat Juga :