Kesaktian Sunan Ampel Tak Tembus Ditikam Keris Lembu Peteng
Kamis, 07 September 2023 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Babad Tanah Jawi dituturkan bagaimana seorang penguasa Madura bernama Lembu Peteng tidak menyukai Sunan Ampel. Ketidaksukaan itu diperlihatkan dengan mengusir dua orang ulama utusan Sunan Ampel, yakni Khalifah Usen dan Syekh Ishak.
“Bahkan tak cukup mengusir kedua utusan itu, Lembu Peteng dikisahkan telah datang ke Ampeldenta, menyamar dan berbaur dengan santri,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
Sunan Ampel merupakan putra Syekh Ibrahim As-Samarkandi yang datang dari Kerajaan Campa (sekarang Kamboja). Kedatangannya di Jawa pada awal dasawarsa keempat abad ke-15 seiring dengan runtuhnya Kerajaan Campa akibat diserang Kerajaan Koci (Vietnam).
Di Kota Surabaya, yakni di kampung Ampel, Raden Rahmat diangkat sebagai Imam dengan gelar sunan sekaligus berkedudukan sebagai wali di Ngampeldenta atau Ampeldenta. Pengangkatan itu dilakukan oleh Raja Majapahit. Mengacu catatan Sedjarah Regent Soerabaja, Sunan Ampel bahkan disebut sebagai bupati pertama Surabaya.
Sementara itu penyamaran penguasa Madura Lembu Peteng sebagai santri di Ampel bertujuan buruk. Lembu Peteng membawa misi mencelakai Sunan Ampel. Rencana itu ia kerjakan pada waktu menjelang salat isya, di mana dirinya sudah bersembunyi di kulah atau tempat wudhu.
“Bahkan tak cukup mengusir kedua utusan itu, Lembu Peteng dikisahkan telah datang ke Ampeldenta, menyamar dan berbaur dengan santri,” demikian dikutip dari buku Atlas Wali Songo (2016).
Baca juga: Kisah Sunan Ampel Taklukkan Pertapa yang 12 Tahun Berlatih Berjalan di Atas Air
Sunan Ampel merupakan putra Syekh Ibrahim As-Samarkandi yang datang dari Kerajaan Campa (sekarang Kamboja). Kedatangannya di Jawa pada awal dasawarsa keempat abad ke-15 seiring dengan runtuhnya Kerajaan Campa akibat diserang Kerajaan Koci (Vietnam).
Di Kota Surabaya, yakni di kampung Ampel, Raden Rahmat diangkat sebagai Imam dengan gelar sunan sekaligus berkedudukan sebagai wali di Ngampeldenta atau Ampeldenta. Pengangkatan itu dilakukan oleh Raja Majapahit. Mengacu catatan Sedjarah Regent Soerabaja, Sunan Ampel bahkan disebut sebagai bupati pertama Surabaya.
Sementara itu penyamaran penguasa Madura Lembu Peteng sebagai santri di Ampel bertujuan buruk. Lembu Peteng membawa misi mencelakai Sunan Ampel. Rencana itu ia kerjakan pada waktu menjelang salat isya, di mana dirinya sudah bersembunyi di kulah atau tempat wudhu.
Lihat Juga :