Sejarah JCC Jakarta, Pusat Konvensi yang Dibangun Tahun 1960
Kamis, 07 September 2023 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan gedung megah ini akhirnya selesai pada tahun 1974. Dalam gedung JCC sendiri terdapat Plenary Hall, yakni sebuah auditorium besar berkapasitas 5.000 orang beratap kubah (dome) raksasa.
Adapun sosok yang berada dibalik terciptanya JCC ini adalah Soejoedi Wirjoatmodjo, lulusan pendidikan arsitektur di Prancis, Belanda, dan Jerman. Dia adalah orang yang mendesain bentuk dari Balai Sidang tersebut.
Soejoedi Wirjoatmodjo sendiri telah dikenal sebagai arsitek Indonesia yang meletakkan dasar-dasar desain modern di setiap karyanya pasca kemerdekaan. Hal itu dilakukan oleh Soejoedi untuk melepas keterikatan gaya kolonialisme pada banyak bangunan lama di Tanah Air.
Setelah 18 tahun berdiri, JCC mendapatkan renovasi besar-besaran pada tahun 1992. Sebab, saat itu Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah KTT ke-10 Gerakan Nonblok. Sebanyak 109 delegasi dari berbagai negara diundang dalam acara tersebut.
Setelah direnovasi, akhirnya JCC kembali diresmikan ulang pada 25 Agustus 1992 oleh Presiden Soeharto. Usai direnovasi, Balai Pertemuan ini memiliki dua ruang besar untuk kebutuhan pameran, yaitu Exhibition Hall A dan B, luas masing-masing sekitar 3.060 m2 dan 6.075 m2.
Selain itu, terdapat pula tambahan 13 ruang pertemuan berbagai ukuran. Luas lahannya juga meningkat menjadi 12 hektare.
Adapun sosok yang berada dibalik terciptanya JCC ini adalah Soejoedi Wirjoatmodjo, lulusan pendidikan arsitektur di Prancis, Belanda, dan Jerman. Dia adalah orang yang mendesain bentuk dari Balai Sidang tersebut.
Soejoedi Wirjoatmodjo sendiri telah dikenal sebagai arsitek Indonesia yang meletakkan dasar-dasar desain modern di setiap karyanya pasca kemerdekaan. Hal itu dilakukan oleh Soejoedi untuk melepas keterikatan gaya kolonialisme pada banyak bangunan lama di Tanah Air.
Setelah 18 tahun berdiri, JCC mendapatkan renovasi besar-besaran pada tahun 1992. Sebab, saat itu Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah KTT ke-10 Gerakan Nonblok. Sebanyak 109 delegasi dari berbagai negara diundang dalam acara tersebut.
Setelah direnovasi, akhirnya JCC kembali diresmikan ulang pada 25 Agustus 1992 oleh Presiden Soeharto. Usai direnovasi, Balai Pertemuan ini memiliki dua ruang besar untuk kebutuhan pameran, yaitu Exhibition Hall A dan B, luas masing-masing sekitar 3.060 m2 dan 6.075 m2.
Selain itu, terdapat pula tambahan 13 ruang pertemuan berbagai ukuran. Luas lahannya juga meningkat menjadi 12 hektare.
Lihat Juga :