Ganjar Minta Aparat Lebih Tegas Terapkan PKM di Kota Semarang
Rabu, 29 April 2020 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
"Bu, mandek sedilut (berhenti sebentar). Bapak ibu saget dikandani mboten (bisa diomongi tidak), bakule kui mandek sik dodolane, rungokno aku (penjualnya itu berhenti dulu melayani pembeli, dengarkan saya). Nek sampean ora gelem nganggo masker, ora iso jaga jarak, ora oleh dagang maneh lho (kalau tidak mau pakai masker dan tidak jaga jaran, nanti tidak boleh berjualan," kata Ganjar.
Dia mengatakan bahwa Kota Semarang telah menerapkan sistem PKM. Di mana dalam sistem itu, ada kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan masyarakat, seperti jaga jarak, pakai masker dan lainnya. "Kalau tidak mau mendukung, tidak mau disiplin, nanti semua susah. Saya tidak mau warga saya sakit. Setuju mboten niki (setuju tidak ini). Ini saya kasih masker, dipakai ya," kata Ganjar sambil berlalu.
Pedagang itu pun akhirnya mematuhi imbauan Ganjar. Ia kemudian memakai masker yang diberikan Ganjar untuk melanjutkan melayani pembeli. "Matur nuwun Pak (terima kasih pak), nanti saya pakai masker terus," ucapnya.
Ganjar berharap Pemkot Semarang bersama jajaran aparat penegak hukum untuk lebih tegas dalam penerapan PKM. Masyarakat yang kedapatan melanggar, harus ditindak tegas dan berani. "Memang butuh tindakan lebih keras lagi, karena saya masih melihat banyak orang berkerumun. Penjual pembeli tidak ada jarak dan banyak yang tidak pakai masker. Saya minta Pemkot bersama kepolisian, Satpol PP dan TNI rutin melakukan patroli untuk mengingatkan itu. Kalau perlu, kami bantu dari tim Satpol PP Pemprov untuk keliling agar masyarakat paham," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa Kota Semarang telah menerapkan sistem PKM. Di mana dalam sistem itu, ada kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan masyarakat, seperti jaga jarak, pakai masker dan lainnya. "Kalau tidak mau mendukung, tidak mau disiplin, nanti semua susah. Saya tidak mau warga saya sakit. Setuju mboten niki (setuju tidak ini). Ini saya kasih masker, dipakai ya," kata Ganjar sambil berlalu.
Pedagang itu pun akhirnya mematuhi imbauan Ganjar. Ia kemudian memakai masker yang diberikan Ganjar untuk melanjutkan melayani pembeli. "Matur nuwun Pak (terima kasih pak), nanti saya pakai masker terus," ucapnya.
Ganjar berharap Pemkot Semarang bersama jajaran aparat penegak hukum untuk lebih tegas dalam penerapan PKM. Masyarakat yang kedapatan melanggar, harus ditindak tegas dan berani. "Memang butuh tindakan lebih keras lagi, karena saya masih melihat banyak orang berkerumun. Penjual pembeli tidak ada jarak dan banyak yang tidak pakai masker. Saya minta Pemkot bersama kepolisian, Satpol PP dan TNI rutin melakukan patroli untuk mengingatkan itu. Kalau perlu, kami bantu dari tim Satpol PP Pemprov untuk keliling agar masyarakat paham," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :