Ketua TPID Kalteng: Inflasi Kalteng Terendah se-Kalimantan dan Di bawah Angka Inflasi Nasional
Senin, 04 September 2023 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
“Gagasan sederhana tapi berdampak langsung ke masyarakat seperti pasar murah, pasar penyeimbang, BLT, gerakan tanam sakuyan lombok, pemanfaatan pekarangan dan lain-lain. Hal ini dilakukan secara konsisten dengan prinsip tepat guna, tepat sasaran, dan tepat manfaat” tambahnya.
Sekda Nuryakin mengklaim bahwa upaya yang masif dari Pemprov Kalteng melalui TPID juga tidak terlepas dari sinergitas bersama dari lemerintah kabupaten dan kota serta seluruh stakeholder yang juga termasuk peran dari pihak TNI, Polri dan juga dukungan dari seluruh masyarakat yang turut terlibat didalamnya.
“Seluruh stakeholders terkait hingga pentahelix saling bahu membahu dan bekerja secara sinergis dalam pengendalian inflasi, dan pemerintah pusat mengapresiasi upaya ini dengan memberikan insentif fiskal kinerja pengendalian inflasi daerah periode I sebesar Rp9,3 miliar lebih beberapa waktu lalu. Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan buat kita, jangan sampai jumawa dan lengah,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa komitmen, keseriusan, kegigihan, serta inovasi dalam pengendalian inflasi adalah kunci keberhasilannya.
“Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat fokus terhadap inflasi, saya selaku ketua TPID harus mempu menterjemahkan itu sebagai suatu tugas yang harus diemban dengan serius dan harus mampu mensinergikan kepada semua pihak, agar pengendalian inflasi di Kalteng berjalan baik dan membuahkan hasil,” tutupnya.
Sebagai informasi, angka inflasi beberapa provinsi di Kalimantan secara tahunan (YoY) diantaranya Kalimantan Selatan sebesar 4,40 persen, Kalimantan Timur sebesar 3,82 persen, Kalimantan Barat sebesar 3,78 persen, Kalimantan Utara sebesar 3,29 persen dan Kalteng sebesar 2,99 persen. Sementara Inflasi nasional tercatat sebesar 3,27 persen.
Sekda Nuryakin mengklaim bahwa upaya yang masif dari Pemprov Kalteng melalui TPID juga tidak terlepas dari sinergitas bersama dari lemerintah kabupaten dan kota serta seluruh stakeholder yang juga termasuk peran dari pihak TNI, Polri dan juga dukungan dari seluruh masyarakat yang turut terlibat didalamnya.
“Seluruh stakeholders terkait hingga pentahelix saling bahu membahu dan bekerja secara sinergis dalam pengendalian inflasi, dan pemerintah pusat mengapresiasi upaya ini dengan memberikan insentif fiskal kinerja pengendalian inflasi daerah periode I sebesar Rp9,3 miliar lebih beberapa waktu lalu. Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan buat kita, jangan sampai jumawa dan lengah,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa komitmen, keseriusan, kegigihan, serta inovasi dalam pengendalian inflasi adalah kunci keberhasilannya.
“Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat fokus terhadap inflasi, saya selaku ketua TPID harus mempu menterjemahkan itu sebagai suatu tugas yang harus diemban dengan serius dan harus mampu mensinergikan kepada semua pihak, agar pengendalian inflasi di Kalteng berjalan baik dan membuahkan hasil,” tutupnya.
Sebagai informasi, angka inflasi beberapa provinsi di Kalimantan secara tahunan (YoY) diantaranya Kalimantan Selatan sebesar 4,40 persen, Kalimantan Timur sebesar 3,82 persen, Kalimantan Barat sebesar 3,78 persen, Kalimantan Utara sebesar 3,29 persen dan Kalteng sebesar 2,99 persen. Sementara Inflasi nasional tercatat sebesar 3,27 persen.
Lihat Juga :