Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan LRT Jabodebek
Minggu, 03 September 2023 - 19:42 WIB
loading...
A
A
A
Pada Oktober 2020, kereta LRT Jabodebek mulai diuji coba. Uji coba tersebut untuk mengecek persinyalan dan kesiapan jalur yang akan dilalui.
Kemudian, 15 November 2020 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau sekaligus mengikuti uji coba persinyalan LRT Jabodebek. Uji coba dilakukan pada rute Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti.
Pada Juli 2023, jadwal uji coba operasional bagi masyarakat selama satu bulan hingga dioperasikan untuk umum pada 28 Agustus 2023.
LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi PT INKA. Kereta LRT menggunakan lebar sepur 1.435 mm dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga. Kereta LRT memiliki panjang 17.100 mm dan lebar 2.650 mm.
Setiap rangkaian dapat mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300-1.500 penumpang dalam kondisi padat. Untuk kecepatan kereta maksimal sekitar 90 km/jam.
Kemudian, 15 November 2020 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau sekaligus mengikuti uji coba persinyalan LRT Jabodebek. Uji coba dilakukan pada rute Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti.
Pada Juli 2023, jadwal uji coba operasional bagi masyarakat selama satu bulan hingga dioperasikan untuk umum pada 28 Agustus 2023.
LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi PT INKA. Kereta LRT menggunakan lebar sepur 1.435 mm dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga. Kereta LRT memiliki panjang 17.100 mm dan lebar 2.650 mm.
Setiap rangkaian dapat mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300-1.500 penumpang dalam kondisi padat. Untuk kecepatan kereta maksimal sekitar 90 km/jam.
Lihat Juga :